Gara2 Penawaran Kartu Diskon


Sabtu yang Indah. Lagi asyik-asyiknya ngepos, 2x ditelpon sama nomer tak dikenal. Yang pertama, sama Epril. Yang kedua, sama orang yang mengaku berasal dari PT Pratama Paradiso yang bekerjasama dengan dept. Pariwisata.

“Halo bapak, bapak pengguna kartu MasterCard?”terdengar suara ramah seorang lelaki. Setelah saya mengiyakan, dia bersuara kembali,”Selamat yah, Bapak. Bapak terpilih sebagai satu dari 100 orang yang berhak mendapatkan kartu diskon untuk paket wisata.”

Saya hampir menutup telpon, karena menganggap ini sekedar penipuan, tapi penelepon tersebut berhasil meyakinkan saya.

“Sayang lho, bapak, kalau nggak ikut program promo terbatas kami ini. Dari sekian juta pengguna MasterCard, hanya 100 saja yang kami pilih.”Saya kaget, begitu penelepon membacakan nama lengkap saya beserta bank penerbit kartu Kredit. Kok bisa2nya dia tahu?! Mungkinkah dia memang bekerja sama juga dengan bank & KartuCredit?

Saya makin terbuai, begitu sang penelepon yang ramah dan sabar itu menjelaskan panjang lebar. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata lokal. Jadi, banyak manfaat yang akan didapatkan dari kartu diskon ini. Sebagai tanda persetujuan, kami akan mengirimkan 4 lembar voucher hotel, yang bisa digunakan di hotel-hotel berbintang empat dan lima, di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Bali. Maaf, yah bapak. Untuk sementara belum bisa digunakan di Batam.”

‘gpp, deh….ga’ bs di Batam, asal bs di Bandung,”gumam saya, dalam hati.

“Selain 10 lembar tiket yang bisa dipergunakan tiap bulan, dengan kartu DISCOUNT kami, bapak juga akan mendapat kemudahan dalam hal penerbangan. Oiya, bapak . Kalau beli tiket pesawat, biasanya langsung beli di bandara, di agen travel atau booking online?”

“Kadang-kadang beli di travel, hamper tak pernah beli di bandara. Sesekali belinya online.”

“Baik bapak, terima kasih.”ucap penelepon dengan ramah. Gayanya khas customer service yang berpengalaman. “di sini, kalau bapak ikut program promo kami, bapak akan mendapatkan diskon sebesar 15-35 persen jika membeli tiket dengan kartu MasterCard, dengan menunjukkan kartu diskon kami. Promo ini berlaku untuk maskapai garuda, sriwijaya, batavia, mandala dan lion air. tidak termasuk Air Asia.”

“Kok bisa begitu?”

“iya, bapak.” Penelepon lalu menambahkan,”soalnya Air Asia mempunyai paket promo sendiri.”

“Oh, gitu. Trus caranya gimana?”sahut saya, dengan mata berbinar. Lumayan juga, bisa sering-sering ke Bandung kl demikian….heuehue.

“Bapak tinggal menunjukkan kartu MasterCard pada agen travel yang memasang logo MasterCard. Sangat mudah bukan?”

Saya mengiyakan. Penelepon kemudian meminta kesediaan saya bergabung dalam program promo tersebut dengan cara melampirkan fotocopy KTP, setelah saya diminta untuk menyebutkan nomer KTP dan 16 digit kartu kredit. (Telemarketing begini biasanya sering dilakukan oleh perusahaan asuransi. Mereka merekam pembicaraan, sebagai bukti keikutsertaan. Mereka juga meminta menyebutkan 16 digit kartu kredit, karena dananya akan diambil dari situ).

“Perlu juga bapak ketahui, ada biaya yang harus bapak penuhi. Tapi bapak jangan khawatir, karena biaya ini bisa diangsur beberapa kali sesuai dengan keinginan bapak. Misalnya, 6x atau 12x. Jadi tidak perlu cash.”

“Biayanya berapa? Trus, ngangsurnya gimana caranya?”

“Begini ya bapak. Biayanya hanya sebesar Rp 1.989.000. Hanya dibayarkan sekali dalam lima tahun. Jadi sangat ringan, bukan?! Awal bulan depan, kami akan membuat statement invoice sebesar Rp 1.989.000. dan Bapak tinggal mengangsur 6x atau 12x di bank yang menerbitkan, dalam hal ini…BNI.”

“Statemennya dikirim duluan, khan pak?!”kata saya agak khawatir. Dalam hati, saya berniat mempelajari lebih jauh tentang tawaran promo itu.

Penelpon yang mengaku bernama Alviano itu lantas meminta saya menyebutkan alamat rumah/kantor, beserta nomer faxnya. Dia berjanji akan mengirim statement invoice itu secepatnya.

“Satu lagi, pak. Nanti akan ada konfirmasi ulang dari manager Account kami tentang keikutsertaan bapak dalam program ini.”

Yang sebenarnya mengganjal di benak saya, mengapa penelepon yang ramah ini menggunakan nomer HP? Pertanyaan itu sepertinya sudah diantisipasi oleh Alviano.

“Bapak, nanti kalau bapak ingin mengaktifkan voucher hotel, bapak silakan menghubungi nomer ini.”

“Wah, ini nomer HP yah?”tanyaku agak ragu.

“Jadi begini, bapak. Nomer yang sekarang tertera di layar bapak, itu sebenarnya nomer PABX. Kalau bapak menggunakan kartu simpati, nomer yang keluar adalah simpati. Kalau XL, nomer yang tertera juga pasti XL.”

Apa betul sudah ada teknologi begitu? Tiba-tiba saya merasa kuper…

Beberapa kali telpon sempat terputus, karena kadang-kadang suara penelpon serasa bergema. Kesempatan ini saya pergunakan untuk menelpon balik. Setelah menekan ext. 1114 sebagaimana yang ia katakan, terdengar nada sambung tapi tak ada yang mengangkat. Sesaat kemudian Alviano menelepon kembali, yang mengabarkan bahwa sebentar lagi Manager Accounting akan berbicara pada saya, meminta konformasi. Lalu terdengar nada tunggu…

“Ehmm, betul ini dengan bapak…M Agus…”terdengar sebuah suara yang agak berat. Nada bicaranya seperti terdengar agak ragu. Mungkin ada sedikit grogi dan khawatir.

Setelah mengiyakan, orang yang mengaku bernama Hendrick ini berkata kembali. “jadi, sekarang kami bisa melakukan pendebetan sebesar Rp 1.989.000?”

“Pendebetan apa, pak?”tanya saya yang terperangah. Perkataannya terlalu to the point, seperti ada nada tergesa dalam intonasinya. Padahal pembicaraan saya dengan Alviano, program promo ini bisa dicicil.

“Lho, tadi bapak khan usah sepakat kalau ikut program promo kami!”terdengar nada yang tak sabar.

Saya makin curiga. “Sebentar, pak. Statement invoice-nya saja saya belum terima, bentuk kartunya juga belum tahu. Bapak kirim brosur aja dulu, nanti saya baca-baca lagi…”

“Brosur apalagi, pak? Khan tadi sudah dijelaskan sama Customer Service kami!”

“Ya cara pemakaian, cara pembayaran…”

“Yaudah, lima menit lagi saya fax. Nanti bapak fax ulang beserta fotocopy KTP yah?!”

Sabtu biasanya kantor libur. Tapi siang itu—mau tak mau– saya pergi ke sana juga, untuk mengambil fax. Setelah mengamati nomer fax dan telpon PT Pratama Paradiso yang sepertinya nomer Flexy, saya mengurungkan niat untuk mengikuti program promo tersebut. Saya membuka kompi dan mencari informasi mengenai PT ini. Dan hasilnya, ternyata sudah beberapa orang yang (hampir) menjadi korban penipuan PT Pratama Paradiso (SURYA Intan Pratama).

surat konfirmasi, yang dikirimkan ke saya

***

Jam sebelas siang hari ini, telpon kantor berdering.

“Pak Agus, saya Alviano. Masih inget, pak? Saya dari PT Pratama Paradiso, yang kemarin nelpon.”

“Oiya, pak. Apa kabar?”sapa saya, mencoba ramah pada suara ramah itu.

“Baik, pak. Oiya, beberapa hari ini telpon bapak tak aktif, yah?”

Saya langsung teringat nomer Halo saya yang memang sengaja tak saya aktifkan sejak Sabtu siang.

“Oh, iya. HPnya dipakai adik saya. Makanya, mungkin nomernya tak aktif.”

“Oh, begitu.”ucapan Alviano, terdengar simpatik. Sebentar kemudian, ia berkata,”Jadi bagaimana, pak? Kapan kami bisa melakukan pendebetan?”

“Wah, maaf pak. Saya nggak jadi ikutan deh…”

“Goblog!”Suara kesal terdengar keras. Serta merta telpon ia tutup.

Saya terbengong-bengong. Setelah Sabtu lalu di-monyong2in anak SMA, kini giliran si penipu yang Goblog2in saya…

Hari yang indah…

170 thoughts on “Gara2 Penawaran Kartu Diskon

  1. mellyheaven said: Iya, dua kali tuh! Yg pertama, tau kalo aku ini nasabah BNI. Yg kedua dia ngaku bagian konfirmasi dari bank kartu kredit yg aku pake, ckckckck… Parah yak!

    wahh…yang kedua parah bangett…kl gitu, kita mesti tahu call center dan telp bank penerbit, ya….

  2. saturindu said: gak bs dipindah…

    weh mas..kok podho karo bojoku :)dia juga pernah kena tipu persis sis macam gini nih..dan sudah terdebet sebesar 3 juta rupiah (dan terus kudiemin selama beberapa hari, haha..)untungnya karena dia belum tanda tangan, jadi proses itu pun batal, dan orangnya memang terlihat gemes banget, bolak-balik nelpon nyuruh tanda tangan (berkas dikirim via fax), tiap menit nelpon kayak orang gila..sampe akhirnya nomer suamiku ganti baru karena merasa diteror..kayaknya memang ada bank tertentu yang sengaja menjual data2 nasabahnya deh..kita harus extra ati2 nih..

  3. saturindu said: gak bs dipindah…

    emm..satu lagi, kenapa suamiku bisa sebego itu percaya omongan dia, dan menunjukkan kode2 angka di kartu kreditnya, karena ternyata dia digendam juga via telpon, dan ini diakuin temen2nya yang katanya dia kayak orang linglung..sekarang jadi anti juga sama kartu kredit🙂 karena setelah pihak credit card dihubungi dan dimintai tolong solusinya, dia menjawab dengan sangat tidak simpatik😦

  4. sutrapelangi said: weh mas..kok podho karo bojoku :)dia juga pernah kena tipu persis sis macam gini nih..dan sudah terdebet sebesar 3 juta rupiah (dan terus kudiemin selama beberapa hari, haha..)

    nasib..nasib…jarene arek ITS CUK (Cerdas Ulet Kreatif),. tapi kok iso2ne diplokotho wong liyo…haha*syukurnya, nggak ada yang diemin saya. Tapi yang ngetawain banyak,,,haha

  5. sutrapelangi said: untungnya karena dia belum tanda tangan, jadi proses itu pun batal, dan orangnya memang terlihat gemes banget, bolak-balik nelpon nyuruh tanda tangan (berkas dikirim via fax), tiap menit nelpon kayak orang gila..sampe akhirnya nomer suamiku ganti baru karena merasa diteror..kayaknya memang ada bank tertentu yang sengaja menjual data2 nasabahnya deh..kita harus extra ati2 nih..

    yuhuii, bener…saya juga seminggu ini saya off-kan nomer yang itu.Geregetan…jadinya geregetannn,,,*nyanyi2 lagu sherina:))

  6. sutrapelangi said: emm..satu lagi, kenapa suamiku bisa sebego itu percaya omongan dia, dan menunjukkan kode2 angka di kartu kreditnya, karena ternyata dia digendam juga via telpon, dan ini diakuin temen2nya yang katanya dia kayak orang linglung..

    wah, hebat juga yah, kejahatan jaman sekarang…makin kreatif & cerdas plus ulet lagijangan2 mereka arek kampus kita..hahabiasanya, dzikir akan mampu mengusir model gendam seperti itu. Apalagi kl dibarengi sholawat…:)

  7. sutrapelangi said: emm..satu lagi, kenapa suamiku bisa sebego itu percaya omongan dia, dan menunjukkan kode2 angka di kartu kreditnya, karena ternyata dia digendam juga via telpon, dan ini diakuin temen2nya yang katanya dia kayak orang linglung..

    mujur juga number hp nya om suga.. banyak penelpon misterius nya euy

  8. saturindu said: jangan2 mereka arek kampus kita..haha

    waduh..jangan sampai deh..paling2 nakalnya karena njoki, haha…bukan kriminal macam gitu..eh tapi njoki juga kriminal ya?hehe..idealnya kita memang harus ingat Allah/berdzikir tiap saat, tapi namanya juga manusia kan bisa lengah, apalagi kalo lagi banyak kerjaan..tau2 ditelp dan main angkat aja, gak ngira kalo mau digendam..katanya suara cewek, dan merdu banget…

  9. saturindu said: jangan2 mereka arek kampus kita..haha

    Wah saya juga ditawarin seperti ini. Bedanya ngga ditanya nomer kartunya via telepon. katanya besok senin dia mau dateng ke kantor. Alhamdulillah saya googling dulu jadi tahu kalo ini cuma penipuan. tfs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s