3 Langkah Mudah Membuat Cerpen


3 Langkah Mudah Membuat Cerpen

Sebulan lalu, seorang teman meminta saya mengisi pelatihan menulis cerita fiksi untuk remaja masjid.

“Gampang, kok!”Kata saya, yang saat itu masih belum tahu bisa datang atau tidak. “antum juga pasti bisa jadi nara sumbernya.”

“Gimana caranya?”Ia bertanya. “Kalau menulis opini sih udah kerjaan tiap hari. Tapi kalau fiksi?”

“Mudah saja, hanya perlu 3 langkah praktis.”jelas saya lagi. “Pertama, taruh ‘seseorang’ di atas pohon.”

Photobucket

“Ha?”

“Yup. Langkah kedua: Lempari dia dengan batu.”

Teman saya makin terperangah.

Langkah Ketiga, buat dia turun. Nah, gampang khan?”

Bukan teman saya saja yang terperangah. Para peserta pelatihan juga. (*Akhirnya saya bisa hadir pada pelatihan hari Minggu kemarin (7/8). Acara berlangsung di Aula depan Masjid Nurul Islam, Batamindo-Muka Kuning, Rimba Belantara Raya*). Merekapun bertanya apa makna masing-masing langkah itu.

“intinya, cari seorang korban (tokoh/karakter), buat supaya ada masalah (konflik/inti cerita). Trus selesaikan (ending)…”

Ada juga yang bertanya, “tokoh dan tempat (setting/latar), duluan mana?”

“Sama halnya ayam dan telor. Untuk penulis pemula, sangat disarankan membuat latar yang familiar, di lingkungan sekitar rumah, atau tempat kerja, atau tempat-tempat yang pernah dikunjungi. Disarankan juga membuat cerita berdasarkan pengalaman sendiri, yang bisa dibumbui dengan kejadian rekaan (fiksi), agar alur cerita lebih menarik. “

Materi pelatihan, silakan unduh:

Pelatihan Menulis Cerita

Teknik Menulis Cerpen

144 thoughts on “3 Langkah Mudah Membuat Cerpen

  1. trasyid said: sering dipertengahan mandeg.. hehe..😀

    wah selamat..sudah sampai pertengahan, mas:-Dbanyak malah yang terhenti di awal, tak tahu nulis apa…heheayo, coba diotak-atik, dibongkar-bongkar, diracik-racik lagi…pasti ntar selesai:)

  2. ibuseno said: 123 ada,ngembanginnya dlm bahasa yg rada nyastra susah

    dengan sering2 membaca dan belajar mengolah kata, kekuatan diksi akan terbangun dengan sendirinya :)mari terus menulis…biar hanya sebaris:)

  3. saturindu said: Wah, dosis kecil yang diminum rutin suatu ketika akan meracuni dan membunuh, yah mbak…:)*masih agak sedikit ketergantungan nih, pada obat2 asma

    Kalo obat itu kan ada benefit vs risk-nya… utk asma itu jelas benefitnya lebih besar, kalo gak minum bisa membahayakan jiwa. Tapi biasanya asma akan berkurang gejalanya kalo kondisi tubuhnya bagus, jadi mas Suga tingkatkan aja kekebalan tubuhnya🙂

  4. saturindu said: Wah, dosis kecil yang diminum rutin suatu ketika akan meracuni dan membunuh, yah mbak…:)*masih agak sedikit ketergantungan nih, pada obat2 asma

    hahaha gitu toh.. jadi suga naik pohon dulu baru bikin cerita? trus yang lemperin siapa biar suga turun?

  5. saturindu said: Wah, dosis kecil yang diminum rutin suatu ketika akan meracuni dan membunuh, yah mbak…:)*masih agak sedikit ketergantungan nih, pada obat2 asma

    stuck pada judul dan alenia pertama doangbiasanya gitu, lha pengembangannya itu syusyah syekale

  6. tintin1868 said: hahaha gitu toh.. jadi suga naik pohon dulu baru bikin cerita? trus yang lemperin siapa biar suga turun?

    biasanya, yang ngelemparin…ya popi…hihisiapa lagi:))kalau lagi stagnan, biasanya jalan2, dengerin musik atau tidur, mbak :)inspirasi biasanya menyapa via mimpi

  7. sweetspace said: utk asma itu jelas benefitnya lebih besar, kalo gak minum bisa membahayakan jiwa. Tapi biasanya asma akan berkurang gejalanya kalo kondisi tubuhnya bagus, jadi mas Suga tingkatkan aja kekebalan tubuhnya🙂

    saran bagus. pertanyaannya gimana yah, caranya…heuheue

  8. rembulanku said: bisa2 aku nyusul mas Suga tak suruh pegangin mixernya:))

    wahhhh,,,,kok tahu kalau saya suka pegang2 mixer?kebiasaan kl di rumah, pas ibu bikin kue, saya dpt jatah pegangin mixer. lumayan juga kl bikin rotinya utk selametan. bs2 dua jam tangan ini kaku.tapi gpp, kok…habis itu dibolehin pijit😉

  9. saturindu said: wahhhh,,,,kok tahu kalau saya suka pegang2 mixer?kebiasaan kl di rumah, pas ibu bikin kue, saya dpt jatah pegangin mixer. lumayan juga kl bikin rotinya utk selametan. bs2 dua jam tangan ini kaku.tapi gpp, kok…habis itu dibolehin pijit😉

    dari sekian sesi bikin roti, paling males kalo disuruh pegang mixerlha berat dan lama banget sih….2 jam pegang mixer, pastinya mixer terlempar2 hahahahha*dari tangan kiri ke kanan dan berulang2* :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s