[Kecupan Lebaran] : Mahalnya Harga Silaturrahmi

Tak sebagaimana lebaran-lebaran sebelumnya yang lebih banyak dihabiskan di perantauan, lebaran kali ini saya berniat pulang ke rumah ortu. Dengan satu niatan bulat : bersilaturrahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga & sahabat. Sepertinya selama ini saya terlalu asyik dengan dunia sendiri, sehingga baru sadar kalau sudah bertahun-tahun saya tak bertemu dengan mereka.

Sempat terperangah juga melihat harga tiket yang membumbung angkasa. Sempat berpikir sebelas kali, karena dana segitu sebetulnya bisa dipakai untuk 5-10 x karaoke….

Ditambah lagi ada tawaran yang cukup menggiurkan perusahaan lama, andaikata saya bersedia bergabung kembali. Mereka bersedia menaikkan gaji hingga 20 %.

Tak ingin terlalu lama bimbang, saya lupakan tawaran itu dan segera memesan tiket online. Saat berkemas dan hendak pergi, datang telepon dari seorang teman yang mengabarkan kalau ada lowongan urgent di perusahaannya. Iseng2 saya pun melamar. Tak berapa lama, setelah interview via telpon, saya diminta untuk bergabung dua hari kemudian. Sempat bimbang lagi, karena mereka berani membayar 2,5 kali lipat dari gaji saya di perusahaan lama.

Jika saya bergabung di perusahaan tersebut, itu berarti saya harus melupakan rencana mudik. Saya harus menunda silaturrahmi sebagaimana tahun yang sudah-sudah. Tiba-tiba saya teringat pengumuman Multiply, yang blognya akan tutup usia. Walau baru akhir tahun, namun sudah banyak MPers yang mengayun langkah; bersiap diri untuk pindah.

Andai saja sebelum tutup usia manusia juga diberi early warning sebagaimana multiply, mungkin manusia akan bisa lebih bersiap diri. Amal-ibadah akan ditambah, silaturrahmi dijalin tanpa henti, dan segala kebaikan juga akan ditebar di penjuru bumi.

Sadar bahwa sisa usia tak bisa ditakar, bergegas saya melaju menuju bandara. Kali ini tanpa ragu-ragu lagi! Silaturrahmi memang mahal harganya. Tapi saya bersyukur, karena masih bisa mudik hingga kampung halaman. Karena di luar sana, ratusan orang yang juga berniat sama, harus meregang nyawa…

Seperti garis tepi membingkai indahnya cakrawala senja,

seperti itulah idul fitri menyempurnakan ibadah puasa


Selamat Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faizin.

Seperti gradasi abu-abu tenggelam dalam hamparan biru

mari lupakan yang telah lalu, Mari menyulam hari-hari baru

51 thoughts on “[Kecupan Lebaran] : Mahalnya Harga Silaturrahmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s