[Kosa Kata Baru]: ‘Mati Anak Ayam’

Pertama mendengar kosa kata itu sewaktu menemani rekan kerja di Dept Commercial untuk inspeksi progress pekerjaan di lapangan. “Mati anak ayam, barangnya belum juga dipasang!”. Padahal biasanya dia berkata: ‘Gebleg,masang barang seupil gitu aja kok belum selesai-selesai?!’

Siang hari, sesaat setelah dia berbicara di telpon. “mati anak ayam, proyek tug boatnya ditunda.”

Sore harinya, saat menerima laporan dari Dept Produksi. “Cranenya putus sling wirenya? Forkliftnya? rusak lagi? mati anak ayam!

Penginnya sih bertanya apa artinya ‘mati anak ayam?’ Namun pertanyaan itu urung terlontar. Saat itu saya beranggapan bahwa 3 kata itu tak lebih dari sekedar kosa kata baru yang diciptakan rekan kerja saya itu, utk menggantikan ‘pisuhan’ atau umpatan dia yang kadang-kadang kurang terdengar sedap di telinga, seperti : pant*k, gebleg, gemblung, jiancurittttt, jangkrik, dll…

Namun rupanya, kosa kata itu bukan murni berasal darinya. Ketika saya berada di mini market, terdengarlah celetukan yang sama dari sang kasir. Saat lampu tiba-tiba padam, bukannya berkata: ‘Mati lampu!’, dia malah berkata, ‘Mati anak ayam!’

Juga ketika berada di warnet, saat ada segerombolan anak-anak sekolah sedang mengerjakan tugas.
+ : Ponk, mana tugasku?
– : Tenang aja, cung. dah kukerjain.
+ : Mana? sini, biar kuprint.
– : Ini, flash disk ada di tas. (Setelah 6 menit membongkar isi tas)
– : mati anak ayam! Flash disknya ketinggalan!

Tadi malam, saat lagi asyik-asyiknya ‘nabung’ di warung langganan, datang seorang cewek yang tergopoh-gopoh pesan lele penyet pada sang penjualnya. ‘tiga dibungkus, yah.‘ ucap si cewek.

tanpa banyak cakap, sang penjual langsung menyeploskan lele ke penggorengan. ia kemudian menyiapkan lalapan dan sambal untuk dibungkus bersama-sama dengan lele yang sudah kering. Setelah bungkusan itu diserahkan, si cew berkata lagi : ‘Oiya, ini nasinya sudah ada di dalam?’
‘Belum, mbak.’ kata si penjualnya.
‘kalau gitu, tambah nasi. tiga.’
‘wah, maaf, mbak. nasinya lagi habis.’
‘Habis?’ si cew setengah melongo. ‘Mati anak ayam!’

***

bila boleh bertanya, sudahkah kosa kata baru itu singgah di telinga anda?

71 thoughts on “[Kosa Kata Baru]: ‘Mati Anak Ayam’

  1. fightforfreedom said: Yang bilang itu saat ini sudah bukan dari suku tertentu, tapi random.Kalo yg saya tangkap, kurang lebih artinya orang yg bilang demikian akan berada pada posisi yg tidak menguntungkan di masa saat itu hingga beberapa saat di masa yg akan datang.Contoh:”Maaatilah anak ayam, aku lupa bawa SIM” –> saat menerima info ada razia di jalan pulangnya dari kantor.

    berarti kosa katanya sudah menyebar, yah mas…dan mungkin sudah tak ketahuan lagi siapa yang pertama mempopulerkannya.:)iya, rasa2nya, kl dilihat dr konteksnya, orang yang melantunkan ‘mati anak ayam’ berada pada situasi yang kurang/tidak menguntungkan, dengan kata lain berada pada kondisi sial/apes.:)

  2. fightforfreedom said: Yang bilang itu saat ini sudah bukan dari suku tertentu, tapi random.Kalo yg saya tangkap, kurang lebih artinya orang yg bilang demikian akan berada pada posisi yg tidak menguntungkan di masa saat itu hingga beberapa saat di masa yg akan datang.Contoh:”Maaatilah anak ayam, aku lupa bawa SIM” –> saat menerima info ada razia di jalan pulangnya dari kantor.

    Kayaknya terinspirasi dari lagu tek kotek kotek…Matinya si anak ayam itu satu-satu hingga yang tersisa cuma biangnya.

  3. tintin1868 said: kasian anak ayam jadi kambing hitam..kasian kambing juga kog jadi hitam..😀

    selamatttt….!!!mbak tin2 beruntung hari ini. komen ke-55, di jam 5.55insyaAllah…ntar dapat paketan coklat (lagi);))

  4. ibuseno said: baru denger juga sitilahnya Mas..mungkin pengganti istilah “mati gue…” , dr pada mati gue mending mati anak ayam🙂

    Pertanyaannya, kenapa anak ayam ya? Kenapa gak anak bebek, anak kucing, anak macan, anak gajah? Kenapa harus ayaaammmmmm!

  5. ibuseno said: baru denger juga sitilahnya Mas..mungkin pengganti istilah “mati gue…” , dr pada mati gue mending mati anak ayam🙂

    Apalagi, aku mas, nggak pernah dengar dan tahu asal kota kata itu. Beberapa waktu yang lalu seorang temen nanya, “Helene, apa sih artinya kepo?” gubrak….mana aku tahu istilah itu🙂

  6. ibuseno said: baru denger juga sitilahnya Mas..mungkin pengganti istilah “mati gue…” , dr pada mati gue mending mati anak ayam🙂

    assalamualaikum wr. wb.nama saya taqwo hutomo saya mempunyai adek bernama siti robunahyang dimana adek saya mengalami Hidrosefalus.untuk itu saya dan orang tua saya membutuhkan dana dari bapak/ibusaudara- saudarikamu muslimin dan musliman agar adek saya siti robunah dapat sembuh dari penyakitnya dana anda dapat anda kirim melalui bank memaluli rekening BANK MANDIRI SYARIAHa.n taqwo hutomo 1897013009Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Qs. Al-Baqarah : 261 terima kasih atas sumbangan anda semoga Allah dapat membalas rejeki untuk andaassalammualaikum wr.wb

  7. ibuseno said: baru denger juga sitilahnya Mas..mungkin pengganti istilah “mati gue…” , dr pada mati gue mending mati anak ayam🙂

    Anak Ayam lucu nya kayak yang nulis😀 pissssss😀 salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s