Sial (lagi), Gara2 Posting Sial?!

Gara2 posting ttg sial, 2 teman MP bertanya via PM. Mengapa mereka tak bisa melihat postingan saya itu? Agak mengherankan juga, karena postingan itu diset for everyone. Semestinya siapapun bisa membukanya. Mbak Deikka baru bisa melihat postingan tsb setelah log out dari kompi dan lihatnya via HP. Mbak Lala yang juga tak bisa lihat, sempat bertanya apakah beliau saya block, sehingga tak bisa melihat postingan itu. Malahan, beliau sempat meminta maaf bila ada kesalahan, sehingga saya ‘tega’ melakukan hal tersebut. Syukurlah, postingan siwalan itu akhirnya bisa dibuka juga….

Rupanya, siwalan itu tak berhenti sampai disitu. Masih ada siwalan-siwalan lain, selain siwalan kerto, yang ada di Surabaya….huehueheue

Gagal Makan durian

(Rabu, 13/06, Pk:17.00) Dapat kabar kalau Lerie diajak bu bidan (mama baru, tapi stok lama) untuk makan durian sehabis maghrib. Wah, langsung saja saya menawarkan diri utk ikutan. Maklum, sudah lama tak makan durian. Kebetulan di rimba ini juga lagi musimnya. Jadinya agak murah, sekitar Rp. 10 rb-14rb/kilo. Itu kata penjualnya, lho yah…

Jadi keingetan, kalau 4 tahun lalu pernah membuat rekor : makan durian 4 buah. Sehabis itu nothing’s wrong. Tapi setahun lalu, pas kopdaran di rumah om santo, baru makan durian 2 buah saja sudah geliyengan. Nah, maka dari itulah, saya tergerak untuk memecahkan rekor lagi: makan 5 buah durian!

(Rabu, 13/06, Pk:18.00) keluar dari kamar mandi, dapat kabar dari lerie kalau bu bidan membatalkan acara makan durian berjamaah karena ada yang mau bersalin.

Gagal ketemu ‘teman’ bu bidan

Sebetulnya nggak makan durian juga gpp, asalkan bisa ketemu ‘teman’ bu bidan. Pada lerie, saya sudah berpesan agar bu bidan membawa temannya yang juga bidan, dengan catatan, temennya itu lebih ACC.

“mana ada,”kata Lerie. “Diantara teman sekelas, yang paling ACC ya bu bidan itu.”

“Kalau adik kelas atau kakak kelasnya?”

“Nggak ada. “

“Kalau gitu tetangganya, ada gak yah?”

“Nggak ada yang ngalahin bu bidan. Yang lain2 lewat, dah…”

“halahh…”

“Kalaupun ada yang lebih ACC, nggak bakalan dikenalin sampeyan…” kata Lerie sambil meringis. Saya hanya bisa garuk2 tembok.

“Yah, kalau gitu…gimana kalau bu bidan di fotocopy saja?”

“Enak saja…Wah, tahu nggak,…makin hari,bu bidan ini makin ACC saja, lho. Yaudah, aku sama bu bidan saja kayaknya, gak usah nyari2 yang lain.”

“Halah3x…, nggak yakin. Dua minggu lalu bilangnya sama pramugari, minggu lalu sama model-peragawati, sekarang sama bidan. Jangan2, ntar habis dari Thailand, maunya sama pramusaji…”

Lerie langsung ngakak. Tak lama kemudian, bu bidan menelpon, mengabarkan kalau persalinan sudah selesai. Ia bisa dijemput. Saya langsung diajak turut serta. Sempat terlonjak gembira, dan maunya nyanyi2: ”durenku ada lima.”, tapi yang terucap kok,”Bidanku ada lima. Rupa2 warnanya…”

(Rabu, 13/06, Pk:20.00) Baru separuh jalan, bu bidan nelpon lagi. Dia nggak bisa keluar rumah, karena sudah malam. Lerie diminta ke rumahnya, utk ketemu sekalian sama papanya….

Terdampar di Nagoya.

“Yaudah, aku nggak ikutan. Aku turun di Nagoya saja, Ler! Aku mau nyari inspirasi, siapa tahu bisa dijadikan bahan tambahan utk novel.”

“Oke, ntar calling saja kalau sudah selesai.”

(Rabu, 13/06, Pk:23.30) Mungkin karena keasyikan melihat yang agak2 buram, sambil buka2 laptop, jadinya kelupaan kalau sudah malam. Begitu sadar, langsung telpon Lerie.

“Position?”

“Home.”

“Ha? Serius?”

“Iya, sampeyan tadi kutelpon2, tapi tak ngangkat2. Yasudah, ku pulang saja.”

“mana ada telpon?! Gak ada miscall tuh…”

“ada. Di HP satunya.”

Wah…ternyata benar. HP satunya diletakkan di dalam tas dan di-silent.

Gagal nonton bola

(kamis, 14/06, Pk:01.30) Mungkin Setelah lempar koin antara pulang apa tidak, akhirnya diputuskan untuk tidur di Nagoya saja. Kebetulan juga kemarin2 punya niatan untuk tidur hotel tapi tak kesampaian. Di hotel, pastinya bisa nonton bola dengan leluasa. Salurannya juga lebih jernih daripada di rumah. Begitu berada di depan TV, baru sadar kalau tak satupun TV kabel yang menyiarkan bola. Di slide bar bawah beberapa channel, tertera tulisan: “Maaf, kami tidak bisa menyiarkan pertandingan Euro 2012 karena ada complain dari pihak lain dalam hal ini RCTI & MNC Sky.”

Saat masuk ke channel RCTI, sempat lega karena ada gambar bola berlogo Euro 2012. Setengah jam melototin, ternyata tampilannya tak berubah, saudara2!!! TV3 Malaysia yang biasanya juga menyiarkan pertandingan bola, malah memutar sinetron/drama ala melayu.

Setengah galau, akhirnya ngepos saja sampai pagi!

Kepagian masuk Kerja

(Kamis, 14/06, Pk:06.30) hari masih pagi. Masih terlalu pagi untuk sarapan. Karena itulah saya memutuskan untuk berendam terlebih dulu, sambil menikmati alunan musik kitaro. Tak lama kemudian, ketika turun tangga berniat sarapan dan melewati meja resepsionis, alangkah terperanjatnya saat melihat jam. Ternyata sudah jam 07.45. Langsung batal sarapan nasi. Hanya sempat minum teh campur kopi, sebelum berkemas pergi dan menyetop taxi.

Agak mengherankan juga begitu tiba di gerbang PT. Masih belum banyak kendaraan. Lebih mengherankan lagi ketika melihat jam di pos satpam. “Itu jamnya bener, pak?” Tanya saya, saat melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 07.30. tak percaya pada anggukan satpam, saya melihat HP. Rupanya benar, memang j
am segitu. Tapi kenapa jam di hotel tadi menunjuk pukul 07.45? apa jam di hotel mati? Atau jangan2 saya yang saya lihat?

Baru saya sadari, kalau di hotel ada dua jam dinding, yang satu menunjuk WIB dan satunya menunjuk waktu Singapore. Yang saya lihat, pasti waktu Singapore yang notabene lebih cepat satu jam dibanding WIB.

Gagal ngepos di kantor

Penginnya ngepos jam sepuluh, karena kepala terasa tuink-tuink…efek kurang tidur. Namun rupanya, si bos besar datang siang itu. Jadinya, niat itupun diurungkan.

Gagal pulang jam empat

Maunya pulang basic saja, tak pakai acara lembur. Ketika hampir sampai di pos satpam, baru sadar kalau hari itu saya tak bawa kendaraan. Karena nyari taksi juga susah, dengan terpaksa nebeng teman yang pulang jam enam.

Ban bocor (lagi)

Di perjalanan pulang, sedang asyik2nya menikmati semilir angin senja sembari menutup mata, eh tiba-tiba ban belakang terasa agak oleng. Kebetulan tak jauh dari situ, ada tambal ban. Langsung saja ditambah anginnya. Tak berapa jauh, ban oleng lagi. Kali ini lebih oleng dari sebelumnya. Demi mengejar maghrib, si teman hanya mengisi angin lagi, tanpa memeriksa ban belakang. 200 meter kemudian, ban gembos lagi.

“Aku jalan kaki saja,”kata saya. “Sudah dekat juga.”

“Jangan, masih jauh.”

“halah, paling2 juga sekilo.”

“Lumayan juga segitu,” kata si teman yang sepertinya tahu banget kalau saya jarang2 jalan kaki. Dia langsung nyetop motor dan bilang sama pengendaranya. “mas, tolong anterin teman saya ini yah…”

Syukurlah, pengendara baik hati itu bersedia ngantar hingga gerbang perumahan. Tapi tak urung, dia sempat curhat juga. Setelah nanya background saya, dia mengeluh skripsinya yang belum juga selesai direvisi. Dia terancam tak bisa wisuda semester ini.

“Halah, mas. Sudah kumpulin saja selesai gak selesai. Saya dulu juga gitu. Kalau ketahuan dosen, bilang saja kelupaan atau amnesia.”

Pembicaraan bukannya selesai, malah melebar kemana-mana. Dia cerita perangai dosen pembimbingnya yang agak killer, lalu cerita tentang program2 statistika yang bikin saya bengong. Total-total, ada 15 menit saya berdiri di tepi jalan.

Akhirnya, saya memberanikan diri bersuara, “Wah, maaf yah, mas, kalau pembicaraan seru ini mesti berakhir. Saya belum magriban!”

Mengapa Peringkat 4?

Malam harinya, saya nggak ingin kemana2 dan melakukan apa2, karena khawatir sisa2 kesialan masih berlanjut. Lagian, saya juga rada ngantuk. Namun tak urung, menjelang tengah malam, saya buka inet juga, utk melihat jadwal siapa yang bermain malam itu. Rasa ngantuk mendadak hilang begitu tahu yang bertanding adalah tim spanyol. Saat membuka MP, rupanya malam itu ada pengumuman juara lomba Love story. Begitu melihat urutan pemenang di table xls yang diattach panitia, melejitlah rasa sesal.

“Deuh, kenapa harus ada di peringkat ke-4? Kenapa tak peringkat 10 atau 20 sekalian?”

Niat awalnya ikut lomba memang tak berharap juara. Saya amat yakin tipe tulisan saya tak masuk kriteria. Lagian, saya tak menyertakan data2 yang terang dalam tulisan itu. tak menyertakan nama kota ataupun foto. Jadi wajar saja kalau tak juara. Bisa jadi para juri menilai karya tersebut tak lebih dari karya imajiner alias tak benar2 terjadi.

Berada di peringkat 4 dengan nilai 26, dan hanya terpaut satu nilai dari peringkat 3, malah membuat saya sempat rada2 menyesal.

“Deuh, kalau saja disebutkan nama kotanya, kalau saja ditampilkan struk belanja di cafe itu,atau foto si dia, mungkin saya bisa menjadi salah satu pemenang…”

Menariknya lagi, angka 26 itu adalah nilai akumulasi dari penilaian dua orang juri, yang masing-masing kompak memberi nilai 13! (angka siwalan….kata orang!)

Demi menghentikan laju kesialan, malam itu saya terpaksa datang lagi ke warung yang sama utk nonton bola. Di tempat itulah saya kejatuhan cicak. Dalam hati, kalau saya kejatuhan icak lagi, saya bersumpah akan menggorengnya.

Rupanya, di tempat itu hanya ada anak cicak, yang bertengger di papan nama tukang pijat. Semoga saja kesialan ini akan berakhir, seiring membaiknya keberuntungan tim matador yang bermain ciamik. Torres yang sebelumnya dilanda sial karena tak bs memanfaatkan 2 peluang emas saat melawan itali, di jumat pagi (15/05) mencetak 2 gol saat spanyol menggilas irlandia 4-0.

sekian, reportasi singkat saya…..cyiaooo…!!!

warung tempat nongkrong

anak cicaknya ngumpet diantara huruf2


57 thoughts on “Sial (lagi), Gara2 Posting Sial?!

  1. ibuseno said: iya.. belum beruntung aja ini mah, kurang smsnya dari fans🙂

    harusnya diliat positif-nya Mas…soal batal makan duren, untung nga jadi makan duren 5biji pasti makin keleyengan secara makan 2 aja uda keleyengansoal kepagian dateng kantor, untung dateng-nya pagi2 kalo kesiangan ntar ke gap sama bos di gerbang kantor soal pulang cepet, untung nga pulang cepet soalnya jalanan macet banget waktu jam 4 sore *sok teu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s