Sedihnya, Ketika Ayah ‘Pulang’…

Apa yang anda rasakan ketika pulang ke rumah namun mendapati pintu dalam keadaan terkunci? Padahal para penghuni ada di dalamnya…

Raut sedih itulah yang tergambar sekilas di wajah ayah, ketika tak satupun penghuni rumah (Mas saya, adik pertama, adik kedua, dan bibi) tak membukakan pintu. Jadilah ayah ‘curhat’ singkat pada saya, yang ketika itu berada di rumah tetangga, yang kebetulan pintunya terbuka lebar…

Aku arep mlebu, tapi lawang ngarep-mburi tutupan…” (Saya mau masuk, tapi pintu depan-belakang tertutup), kata Ayah, yang memang amat jarang menjenguk rumah, semenjak pisah rumah dengan kami.

Lha, gak sampeyan tok-tok, tha?!” tanya saya, yang hanya dijawab ayah dengan diam. “Ya sudah, habis ini saya ketuk-ketuk, biar kebuka pintunya…”

Setelah mengucap kalimat tersebut, saya segera pergi ke rumah.
Eitsss, tunggu dulu…bukankah rumah saya jauh?
Bukankah saya sekarang berada di belantara rimba raya?

Ketika otak neo korteks mulai terkoneksi dengan sempurna, barulah saya sadar, kalau tadi saya bermimpi.

***

Sudah teramat sering saya mimpi bertemu ayah. Dari intensitas ‘pertemuan’ yang mungkin sudah ratusan kali itu, biasanya ayah hanya muncul sekelebat atau beberapa saat saja. Beliau juga hampir selalu diam. (mungkin begitulah jika mimpi bertemu dengan orang yang sudah tiada. Biasanya mereka memang amat-amat sangat jarang bicara). Karena itulah, agak menjadi tak biasa, kalau dalam edisi mimpi terakhir ayah merasa perlu mengeluarkan suara.

Sepanjang sisa malam, saya tak bisa tidur. Saya teringat kembali pada cerita seorang teman, bahwa sebenarnya orang yang sudah meninggal itu tidak meninggal. Mereka tetap berkeliaran, memungut berkah dan amalan jariyah. Dan salah satu berkah yang terus mengalir tiada henti adalah doa-doa sang anak pada orang tuanya yang telah meninggal.

Cerita tersebut, apabila dikoneksikan dengan mimpi saya mungkin ada korelasinya. Kepulangan ayah bisa diartikan sebagai ‘silaturrahmi’, sekaligus untuk mengingatkan kembali anak-anaknya, agar tak lupa berkirim wesel bersegel ‘al fatihah’ ataupun ‘yaa siin’. Pintu rumah yang terkunci bisa jadi merupakan pertanda, bahwa sang anak memang sudah agak lama tak berkirim doa.
Jika begitu, alangkah sedihnya,…

Saya kian tak sabar menunggu pagi. Saya ingin segera menelepon ibu, mas N (anak pertama), adik A (anak ketiga) dan adik K (anak keempat). Untuk mengingatkan kembali pada mereka semua, agar tak lupa mendoakan ayah kami yang telah tiada 8 tahun silam…


77 thoughts on “Sedihnya, Ketika Ayah ‘Pulang’…

  1. nawhi said: semlm juga mimpi ditemuin almarhum bpak, ngasih uang buat sy n adik :)* ivon, numpang id suami

    Wah,…ini mbak Ivon, tho? :)Lho, mas Ihwannya kok tak dikasih uang juga?mungkin, itu berarti, bentar lagi ivon dapat rejeki. jika begitu, si hubby tak usah dikasih yahhh…huehuehue

  2. ninelights said: Yang sabar yah,Mas … :)Mungkin sedang ‘galau’, jadi Ayah sering datang ke mimpi Mas. :)Iya, didoain ajah …:)

    huehuehue…tahu aja kl yang di sini lagi galau, gara2 dikejar deadline bikin kata pengantar:))))

  3. saturindu said: wesel bersegel ‘al fatihah’ ataupun ‘yaa siin’.

    ga selalu ini koq… apa yang dikerjakan anak sholeh dan sholeha beliau yang meninggalpun memetik hasilnya….buat yang sudah tiada ga berkeliaran koq mas :p

  4. saturindu said: hayo, gmn kl sesekali para MPers bikin acara yasinan atau tahlilan online?.

    Yuk berdo’a… untuk orangtua kita yang sudah tiada maupun yang belum.. sesungguhnya semua do’a itu pasti akan terkabul..walaupun dalam wujud yang tidak disangka-sangka

  5. kedaimoslem said: Semoga almarhum ayah mas suga sudah tenang dan mendapatkan tempat yg terbaik di disisi Nya, آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Amiin..terima kasih atas segala support beserta doanya, ummu:)

  6. sweetspace said: Yuk berdo’a… untuk orangtua kita yang sudah tiada maupun yang belum.. sesungguhnya semua do’a itu pasti akan terkabul..walaupun dalam wujud yang tidak disangka-sangka

    hayo, siapa takut…:))benar banget mbak Yuli. Kita memang sepatutnya mendoakan kedua ortu kita, krn mereka teramat berjasa membesarkan kita dg segala pengorbanannya.:)

  7. ibuseno said: Ikut kirim wesel buat ayah mas Suga. Aku blm pernah sm sekali mimpiin alm ibuku.. pengen pdhal

    semoga kerinduan tsb akan mempertemukan teh Icho dengan sang bunda, dalam mimpi tentunya :)terima kasih atas doa2 kebaikannya, teh🙂

  8. siasetia said: ga selalu ini koq… apa yang dikerjakan anak sholeh dan sholeha beliau yang meninggalpun memetik hasilnya….buat yang sudah tiada ga berkeliaran koq mas :p

    wah, begitu yah? :)mungkin karena mereka punya ‘andil saham’. jadinya ikutan menikmati yah, kl trend sahamnya melesat naik :-Dnah, kl sahamnya turun, bs jadi khan mereka ‘gerah’. makanya trus ‘keliaran’…nyari tahu penyebabnya apa…hueheheuehueeh

  9. saturindu said: s jadi khan mereka ‘gerah’. makanya trus ‘keliaran’…nyari tahu penyebabnya apa…hueheheuehueeh

    hhah kebanyakan baca hidayah ya atau dulu nonton sinetronya …yang udah meninggalkan sibuk dalam alam kubur di teman amalannya

  10. saturindu said: s jadi khan mereka ‘gerah’. makanya trus ‘keliaran’…nyari tahu penyebabnya apa…hueheheuehueeh

    Wah berati Om jarang mendoakan almarhum, akhirnya di ingatkan dalam mimpi tuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s