[Metode Position©], Teknik Menghapal Ayat-Ayat

Pada saat sendiri, pernahkah terngiang-ngiang ‘nada-nada’ tertentu dari sebuah lagu? Mungkin anda tidak tahu dengan tepat bagaimana liriknya. Yang terngiang hanyalah nada musiknya. Hingga beberapa waktu kemudian, anda baru tahu judul lagu beserta liriknya itu.

Sebulan lalu, telinga saya seperti terusik oleh bisikan nada: ‘La la la…la la li..laa lu!’ Dalam hati, sayapun bertanya-tanya, ini lagu siapa yah? Kok bisa-bisanya terngiang-ngiang di telinga berkali-kali. Padahal, rasa-rasanya saya belum pernah mendengarkan lagu ini sebelumnya. Nah, dari pada hidup penasaran, saya lalu googling. Namun baru ingat, kalau tak ada kata kunci yang bisa dimasukkan. Beberapa waktu kemudian, saya baru menyadari bahwa penggalan nada itu sebenarnya liriknya berbunyi: ‘Nobody..nobody…but you!’ yang dinyanyikan dengan bening oleh Wonder Girls.

Belakangan, saya baru tahu penyebabnya. Rupanya, tetangga sebelah kerap memutar lagu itu. Dan sayup-sayup, aroma lagu itu terhirup oleh telinga saya, yang saat itu tengah terlelap. Hingga pada saat terjaga, penggalan nada lagu itu serasa tak henti-henti terngiang di telinga.

Sebenarnya, seperti itulah metode Position© bekerja. Surat-surat dalam Al-Qur’an yang hendak dihapalkan harus didengarkan berulang-ulang pada saat tidur. Kebiasaan itu harus terus dilakukan, hingga di waktu sadar, telinga kita seperti mendengar penggalan ‘nada’ atau lirik ayat dari surat tersebut.

TEKNIK MENGHAPAL AYAT-AYAT

1. Memilih Surat Al-Quran yang hendak dihapalkan.

Disarankan untuk memilih surat yang pendek-pendek (Juzz 30) dahulu, sebelum beralih pada surat dengan ayat-ayat yang panjang.

2. Memilih Murottal.

Murottal bisa diibaratkan sebagai penyanyi, yang masing-masing mempunyai suara khas tersendiri. Seperti lagu ‘Isabella’, lebih suka versi yang mana? Versi Asli Amy Search, versi keroyokan (Amy Search, Saleem Iklim, Zamani Slam &Jamal Abdillah), atau Versi ST 12?

Begitu juga dengan mendengar sebuah surat Qur’an. Suka versi Murottal ala Al-Ghomidi, Al-Misyari, Al-Mathrud, As-Sudais, atau yang lainnya? Kita harus memilih suara salah satu Murottal yang paling kita sukai.

3. Memutar ‘suara’ sang Murottal berulang kali.

Setelah memilih salah satu versi, kita harus konsisten mendengarkan surat yang hendak dihapal itu tiap malam. Putar berulang-ulang sebelum tidur (bisa dilakukan sambil menyimak/membaca surat tersebut dalam hati). Biarkan ‘musik’ Murottal itu melenakan kita di alam bawah sadar. Biarkan berputar terus hingga kita terjaga di waktu pagi.

Untuk hasil lebih maksimal, kita juga bisa memutar ‘musik’ murottal pada keadaan sadar. Pada saat bekerja, kita bisa memakai head set dan menyetel volume agak pelan, agar otak sadar tak terganggu konsentrasinya. Di kala santai, saat ngempi misalnya…kita juga bisa melakukan hal sama.

4. Ulangi langkah ketiga

Lakukan secara konsisten langkah ketiga, hingga ada penggalan ayat yang mengendap dan terngiang-ngiang di telinga, atau terlafadzkan secara tak sengaja. Proses ini bersifat relatif. Namun umumnya memerlukan waktu 1-2 minggu, atau malah kurang dari itu, jika sudah terbiasa melakukannya.

5. Buka dan baca Surat Al-Qur’an yang ingin dihapalkan.

Jika sudah ada ‘suara-suara’ atau penggalan ayat yang terngiang, itu pertanda bahwa surat yang hendak dihapal tersebut telah terekam di alam bawah sadar (Kompetensi Level 4). Pertanyaannya, bagaimana mencuatkan rekaman itu ke alam sadar (kompetensi level 3) ?

Ketika mulai ada suara-suara yang terngiang-ngiang di telinga, itulah waktu yang tepat untuk membuka Surat Al-Qur’an. Cari di bagian mana (di ayat mana) penggalan kata itu. Lalu cobalah untuk membaca ayat itu secara utuh, sesuai dengan ‘nada lagu’ Murottal. Cobalah membaca (secara sadar) beberapa ayat setelahnya. Untuk surat dengan ayat-ayat panjang, cukup baca satu ayat. Untuk surat yang pendek, baca sekaligus lima ayat.

Baca berulang-ulang (minimal 5x). Agar lebih efektif hasilnya, pada saat membaca, putar suara sang Murottal bersama-sama. Sehingga bila ada kesalahan pelafalan, kita akan langsung tahu dan bisa mengoreksinya sendiri.

Sekedar berbagi pengalaman, dulu saat menghapal Surat Al-Waqiah, Murottal yang saya pilih adalah Al-Misyari. Penggalan ayat yang berdengung di telinga pada saat itu seperti berbunyi,’ La yasmauna fiha wa la ta’siima…’

Ketika membuka Qur’an, saya baru tahu kalau penggalan itu ada di ayat ke-25, dan bunyi aslinya: “La yasmauna fiha LAGWA, wa la ta’siima”. Setelahnya, saya membaca ayat 26-30 beberapa kali, dengan menirukan gaya baca Murottal Al-Misyari. Dua-tiga hari kemudian, ketika ayat 25 itu terngiang lagi, telinga saya seperti mendengar kelanjutan surat Al-Waqiah itu hingga ayat 30.

6. Menyatukan Penggalan demi ‘Penggalan’.

Penggalan surat yang mencuat tak selalu di awal ayat. Seperti lagu misalnya. Biasanya malah bagian REFF yang lebih mudah terngiang-ngiang di telinga. Bagian REFF juga lebih mudah dihapalkan dari pada bagian lainnya. Demikian juga dengan menghapal surat. Ayat-ayat yang terngiang-ngiang atau terlafadzkan secara tak sengaja akan lebih mudah dihapalkan dari pada ayat-ayat lainnya.

Namanya juga ‘penggalan’. Ia hanya berupa potongan atau serpih-serpih. Ia harus disatukan dan disusun. Itulah gunanya otak sadar, yang harus melakukan ‘program terstruktur’. Agar semua ayat dalam satu surat bisa dihapalkan secara runut/urut.

Di waktu luang/santai, mulailah menghapal dari ayat pertama.
Bacalah berulang-ulang (minimal 5x). Lagukan, sesuai dengan nada Murottal. Untuk tahap awal, cukup satu ayat/hari bila ayatnya agak panjang. Untuk ayat pendek, bisa sekaligus 5-7 ayat. Lakukan kebiasaan ini tiap hari, terutama menjelang tidur, hingga semua ayat selesai dihapalkan. Jangan lupa berdoa juga, tiap kali hendak menghapal. Agar apa yang kita hapalkan, membawa keberkahan.

SELAMAT MENCOBA !


Bila ingin hasilnya lebih optimal, mulailah belajar juga untuk memahami makna dari masing-masing ayat yang sedang dihapalkan (dengan cara membaca terjemahan). Dengan demikian, kita menjadi lebih paham ‘isi cerita’ dari ayat-ayat tersebut. Hal ini akan lebih membantu otak, untuk menyimpan hapalan dalam memori jangka panjang (Hyppocampus).

96 thoughts on “[Metode Position©], Teknik Menghapal Ayat-Ayat

  1. tintin1868 said: komen serius.. ga pernah bisa denger baik nih.. tetep aja kalu mo baca ayat pake guru ngaji..😀

    sebenarnya, cara mbak ini sudah cukup efektif (50 %, dari kegiatan membaca/melihat). Mungkin repetisi (pengulangan) saja yang masih agak kurang.:)

  2. ayanapunya said: makasih postingannya mas suga. kebetulan akhir-akhir ini sedang mengalami penurunan dalam menghafal. menghafal🙂

    hayo, kalau gitu silakan dicoba, yah…:)salah satu kelebihan metode ini, tak menguras jatah waktu luang kita. Karena bs dilakukan sambil tidur/position.jadi, jatah tidur juga tak berkurang….hueheuehue.

  3. saturindu said: hayo, kalau gitu silakan dicoba, yah…:)salah satu kelebihan metode ini, tak menguras jatah waktu luang kita. Karena bs dilakukan sambil tidur/position.jadi, jatah tidur juga tak berkurang….hueheuehue.

    harus pakai headset yang ngedengerinnya? soalnya saya rada2 nggak ngaruh nih. kemarin menghafal al mulk satu bulan. huehehehehe

  4. ayanapunya said: harus pakai headset yang ngedengerinnya? soalnya saya rada2 nggak ngaruh nih

    tidak harus pk headset.saya memakai head set kebanyakan pas lagi kerja di kantor, agar orang lain tak ‘terganggu’ :)yang terpenting, memutar berulang2 di dalam bawah sadar.🙂

  5. ayanapunya said: kemarin menghafal al mulk satu bulan. huehehehehe

    wah, hapal Al-Mulk dlm waktu satu bulan? :)hebattttttt….saya belum menghapalkan surat itu.Mungkin setelah Al-kahfi selesai, saya akan memprioritaskan surat itu. Karena dengar2, surat Al-Mulk bs dipakai sebagai tameng, agar malaikat2 penyiksa gak berani dekat2 ama kita….heuehueheu

  6. saturindu said: wah, hapal Al-Mulk dlm waktu satu bulan? :)hebattttttt….saya belum menghapalkan surat itu.Mungkin setelah Al-kahfi selesai, saya akan memprioritaskan surat itu. Karena dengar2, surat Al-Mulk bs dipakai sebagai tameng, agar malaikat2 penyiksa gak berani dekat2 ama kita….heuehueheu

    mas suga menghafal surah2 pilihan yaaa? surah al kahfi panjang beuddd..saya mbacanya aja ngos2an😀

  7. saturindu said: “Apabila putus cinta, maka dunia kiamat sudah…Bumi serasa bergoncang sedahsyat2nya. Gunung2 hancur luluh, sehancur-hancurnya…Maka aku hanyalah debu, yang beterbangan di langit angan2….”:)))))))))))))))))

    nek iki lebay,Mas. Yakin. – -“

  8. bimosaurus said: Ayoo positiooon positiooon..eh maaf mas, kalau tidurnya pas junub gimana😀

    wah, saya bukan ahli fiqh :-Dsebaiknya mas Bim membaca link : http://blog.re.or.id/hukum-hukum-haid.htmsaya pernah mendengar hadits: “Wanita haid dan orang junub tidak boleh membaca Al-Qur’an sama sekali.”Rupanya, hadists di atas termasuk hadits dhaif, yang diragukan kebenarannya. :)Orang yang sedang haid/junub diperbolehkan membaca al-Quran dalam hati atau mendengarkannya. Banyak ulama’ memperbolehkan hal ini. Lain halnya jika membacanya secara lisan, para ulama berbeda pendapat.Jadi, menurut saya, kalau sedang junub, ketika malas mandi dan bersuci (terutama di waktu malam), kita masih tetap bisa menerapkan metode position, dengan mendengarkan Al-Quran sembari melepas lelah.😀

  9. saturindu said: hayo, segera buka lagi Qur’annya. Dan lafadzkan dengan benar dalam otak.وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّم (Wa ashabus syimaali maa ashabus syimal)

    hu-um.Tadi malam sudah dibuka Al Qur’an terjemahannya(lagi dapet soalnya🙂 )Anyho, kalau lagi ‘dapet’ begitu, tidak apa-apa kan kalau sekedar menghafal (dengan membuka Qur’an terjemahan), karena aku dapet lima ayat yang sudah hafal tadi malem?🙂

  10. saturindu said: oiya, kalau pengin serius menghapal, ada baiknya untuk sementara, dengerinnya satu versi dulu. Jangan lebih. Karena dikhawatirkan akan terjadi gangguan berupa penumpukan informasi yang identik (inference), yang pada akhirnya otak sulit untuk mengidentifikasi.

    Masa sih, Mas. Aku kok gak terganggu ketika engkau hadir dalam versi lain. *apeudeh*:))Kalau persoalan itu, aku kurang tahu, Mas. Maksudku, mungkin karena aku biasanya suka belajar sesuatu berdasar pada lewat jalan mana yang aku bisa, aku akan ambil, dan yang kemarin itu aku lupakan.Maksudku gini … ketika aku disuguhkan pada sesuatu yang ada seperti Al Waqiaah yang dikasih Masku itu, aku setel. Tapi ketika aku mendengar suara lain yang lebih enak menurutku, ya aku otomatis pindah ke situ, karena menurutku, baik dari segi nada suaranya, dan cara bacanya dia, aku suka. Gitulah pokoknya, kau pasti mengerti, kakanda.😀

  11. saturindu said: coba dengarkan versi Al-Misyari sebagaimana dalam link tulisan di atas. Dijamin akan berurai air mata:)

    sudah,kakak. dan pas aku cari tombol buat dengerin atau download enggak ada itu. XDjadi tadi malem aku nyari sendiri di youtube.Begitu beliau membaca hampir sepuluh ayat pertama, saya langsung close karena beliau membawakannya terlalu melow (menurutku). XDAku lebih suka yang Bukhatir, kakak, karena pembawaan beliau, cara melagukan AlWaqiaah-nya terkesan menyuguhkan keindahan, kemegahan, keoptimisan, dll, yang cenderung ke arah positif, menurutku.🙂

  12. ayanapunya said: mas suga menghafal surah2 pilihan yaaa? surah al kahfi panjang beuddd..saya mbacanya aja ngos2an😀

    Sejarahnya, dulu iseng2 beli 1 VCD Quran, biar agak religi dikit…huehuehue. Rupanya, isinya cuma 5 surat pilihan: Ar-Rahman, Al-Waqiah, Yaa Siin, Al-Maryam dan Al-Kahfi.Nah, setelah 2 surat pertama berhasil dihapalkan secara tak sengaja melalui metode position, saya tertantang untuk menyelesaikan surat Al-kahfi, yang dibacakan oleh Murottal As-Sudais. Wah, benar banget, cara bacanya seperti kereta express. Saya pernah patah arang saat menghapalkannya. karena sebulan, hanya bisa hapal 5 ayat!Setelah itu, saya nggak ngotot utk segera menyelesaikan surat Al-kahfi. Saya beralih ke surat An-Naba (juzz 30). Setelah hapal, baru balik lagi melanjutkan Al-Kahfi. Ketika jenuh, saya beralih lagi membaca Abasa dan At-takwir. barulah setelah itu balik kucing ke Al-Kahfi….Syukurlah, sekarang sudah 50 ayat (dari 110) Al-kahfi yang sukses dihapalkan.🙂

  13. saturindu said: Orang yang sedang haid/junub diperbolehkan membaca al-Quran dalam hati atau mendengarkannya. Banyak ulama’ memperbolehkan hal ini. Lain halnya jika membacanya secara lisan, para ulama berbeda pendapat.

    pernah tanya ke guru ngaji, “Saya lagi halangan, Mas. ini nggak papa saya baca ini?” sambilpegang buku “Iqro”, yang cara cepat membaca Al Qur’an.Beliau bilang,”nggak papa.”

  14. saturindu said: Orang yang sedang haid/junub diperbolehkan membaca al-Quran dalam hati atau mendengarkannya. Banyak ulama’ memperbolehkan hal ini. Lain halnya jika membacanya secara lisan, para ulama berbeda pendapat.

    alhamdulillah ini lanjutannya lebih detail yah, izin copas lagi ya mas suga…..kalo hapalan sy baru juz 30, mau menambah juz 29 dan surat at taubah dulu🙂, yg pernah dihapal juga yasin, al anfal tp lupa2 inget hiks

  15. saturindu said: Sejarahnya, dulu iseng2 beli 1 VCD Quran, biar agak religi dikit…huehuehue. Rupanya, isinya cuma 5 surat pilihan: Ar-Rahman, Al-Waqiah, Yaa Siin, Al-Maryam dan Al-Kahfi.Nah, setelah 2 surat pertama berhasil dihapalkan secara tak sengaja melalui metode position, saya tertantang untuk menyelesaikan surat Al-kahfi, yang dibacakan oleh Murottal As-Sudais. Wah, benar banget, cara bacanya seperti kereta express. Saya pernah patah arang saat menghapalkannya. karena sebulan, hanya bisa hapal 5 ayat!Setelah itu, saya nggak ngotot utk segera menyelesaikan surat Al-kahfi. Saya beralih ke surat An-Naba (juzz 30). Setelah hapal, baru balik lagi melanjutkan Al-Kahfi. Ketika jenuh, saya beralih lagi membaca Abasa dan At-takwir. barulah setelah itu balik kucing ke Al-Kahfi….Syukurlah, sekarang sudah 50 ayat (dari 110) Al-kahfi yang sukses dihapalkan.🙂

    ooo..kalau saya dari juz 30. alhamdulillah udah tamat juz 30-nya. sekarang giliran juz 29 dan tiba2 ngerasa lelet banget😦

  16. saturindu said: Sejarahnya, dulu iseng2 beli 1 VCD Quran, biar agak religi dikit…huehuehue. Rupanya, isinya cuma 5 surat pilihan: Ar-Rahman, Al-Waqiah, Yaa Siin, Al-Maryam dan Al-Kahfi.Nah, setelah 2 surat pertama berhasil dihapalkan secara tak sengaja melalui metode position, saya tertantang untuk menyelesaikan surat Al-kahfi, yang dibacakan oleh Murottal As-Sudais. Wah, benar banget, cara bacanya seperti kereta express. Saya pernah patah arang saat menghapalkannya. karena sebulan, hanya bisa hapal 5 ayat!Setelah itu, saya nggak ngotot utk segera menyelesaikan surat Al-kahfi. Saya beralih ke surat An-Naba (juzz 30). Setelah hapal, baru balik lagi melanjutkan Al-Kahfi. Ketika jenuh, saya beralih lagi membaca Abasa dan At-takwir. barulah setelah itu balik kucing ke Al-Kahfi….Syukurlah, sekarang sudah 50 ayat (dari 110) Al-kahfi yang sukses dihapalkan.🙂

    No body but you-nya wonder girls ga ada la la la la la..Aku kebayang lagu ini yang pas bagian nge-rap..Udah hapal dari dulu haha

  17. ninelights said: hu-um.Tadi malam sudah dibuka Al Qur’an terjemahannya(lagi dapet soalnya🙂 )Anyho, kalau lagi ‘dapet’ begitu, tidak apa-apa kan kalau sekedar menghafal (dengan membuka Qur’an terjemahan), karena aku dapet lima ayat yang sudah hafal tadi malem?🙂

    dapet apa? dapet arisan?:))ya gpp kalau bagi2…hihi

  18. ninelights said: Masa sih, Mas. Aku kok gak terganggu ketika engkau hadir dalam versi lain. *apeudeh*:))

    Ha? memang pernah yah>?:-Pitu sekretaris saya, yang biasa mewakili, saat saya ngepos di alam mimpi:))

  19. ninelights said: Kalau persoalan itu, aku kurang tahu, Mas. Maksudku, mungkin karena aku biasanya suka belajar sesuatu berdasar pada lewat jalan mana yang aku bisa, aku akan ambil, dan yang kemarin itu aku lupakan.Maksudku gini … ketika aku disuguhkan pada sesuatu yang ada seperti Al Waqiaah yang dikasih Masku itu, aku setel. Tapi ketika aku mendengar suara lain yang lebih enak menurutku, ya aku otomatis pindah ke situ, karena menurutku, baik dari segi nada suaranya, dan cara bacanya dia, aku suka. Gitulah pokoknya, kau pasti mengerti, kakanda.😀

    dengan kata lain, Rana lebih suka belajar dengan metode ‘learning by doing’?:)proses pembelajaran akan lebih efektif jika menggabungkan 2 unsur: Learning by doing dan learning by experience (belajar dari buku, pengalaman orang lain, dll).:)

  20. ninelights said: sudah,kakak. dan pas aku cari tombol buat dengerin atau download enggak ada itu. XDjadi tadi malem aku nyari sendiri di youtube.Begitu beliau membaca hampir sepuluh ayat pertama, saya langsung close karena beliau membawakannya terlalu melow (menurutku). XDAku lebih suka yang Bukhatir, kakak, karena pembawaan beliau, cara melagukan AlWaqiaah-nya terkesan menyuguhkan keindahan, kemegahan, keoptimisan, dll, yang cenderung ke arah positif, menurutku.🙂

    wah, masa gak bs diputer?kalau gitu, coba kepala Rana diputer 5x dulu :))Tiap orang memang memiliki selera berbeda. termasuk juga “bermusik”. kalau saya, emang suka yang rada2 melow, seperti lagu2 mellow guslow :-PMungkin karena itulah, mayoritas surat yang saya hapalkan, lebih condong pada murottal Al-Misyari:)

  21. ninelights said: pernah tanya ke guru ngaji, “Saya lagi halangan, Mas. ini nggak papa saya baca ini?” sambilpegang buku “Iqro”, yang cara cepat membaca Al Qur’an.Beliau bilang,”nggak papa.”

    beruntung yah, Rana memiliki guru ngaji yang paham ilmu fiqh juga:)

  22. kedaimoslem said: alhamdulillah ini lanjutannya lebih detail yah, izin copas lagi ya mas suga…..kalo hapalan sy baru juz 30, mau menambah juz 29 dan surat at taubah dulu🙂, yg pernah dihapal juga yasin, al anfal tp lupa2 inget hiks

    Silakan, Ummu…:)Wah, salut…sudah hapal juzz 30 dan beberapa surat lain.semoga setelah ini hapalannya makin nambah pada surat2 lainnya.:)

  23. saturindu said: dengan kata lain, Rana lebih suka belajar dengan metode ‘learning by doing’?:)proses pembelajaran akan lebih efektif jika menggabungkan 2 unsur: Learning by doing dan learning by experience (belajar dari buku, pengalaman orang lain, dll).:)

    Entah apa itu namanya, Mas. Aku belum bisa mendiskripsikan caraku itu. XDIni juga berlaku pada proses belajar yang lain sih. Misalnya saja dalam mengatasi masalah pembuatan outline untuk novel. Kan enggak melulu harus membaca ‘tips membuat novel’. Aku baca juga buku yang lain, seperti misalnya buku ‘marketing’, ‘how to’ yang kebiasaan manusia, dan ‘minds map’. Eh, dari segala hal itu, aku cenderung menyukai ‘minds map’ yang cara kerjanya lebih bisa membuatku mengerti, lebih, ‘oh, ternyata simpel ya’. Selebihnya, aku akan sesuaikan dan padu padankan dengan tips lain agar aku benar-benar mengerti dan menyelesaikan masalah itu dengan lebih baik.Begitulah kira-kira.*njuk bobo’*

  24. bawangijo said: No body but you-nya wonder girls ga ada la la la la la..Aku kebayang lagu ini yang pas bagian nge-rap..Udah hapal dari dulu haha

    Horeeeeeeeeeeeee…akhirnya ada juga yang komen ttg si bening wonder jel. :))”lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

  25. saturindu said: “lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

    mbok sumi mblandang ning banyu, prokprok. (nobodi nobodi but yu, prokprok)mbok sumi mblandang ning banyu, prokprok. (nobodi nobodi but yu, prokprok)*ngilang ah*

  26. bawangijo said: Tiap malam di hape sering masang pelajaran bahasa korea (korea lesson level 7) sama sesekali ada surah Al-qurán juga..Selang-seling gitu..

    sesekali apa sesek kali?:))Wah, hebat…sudah level 7 sekarang. kalau tetangga kamar, sudah level berapa nonton drama koreanya?:))

  27. bawangijo said: Tiap malam di hape sering masang pelajaran bahasa korea (korea lesson level 7) sama sesekali ada surah Al-qurán juga..Selang-seling gitu..

    sesekali apa sesek kali?:))Wah, hebat…sudah level 7 sekarang. kalau tetangga kamar, sudah level berapa nonton drama koreanya?:))

  28. bawangijo said: Tiap malam di hape sering masang pelajaran bahasa korea (korea lesson level 7) sama sesekali ada surah Al-qurán juga..Selang-seling gitu..

    Mas Suga kenapa ngequote segambreng-gambreng gituh…?- -“

  29. ninelights said: Ini juga berlaku pada proses belajar yang lain sih. Misalnya saja dalam mengatasi masalah pembuatan outline untuk novel. Kan enggak melulu harus membaca ‘tips membuat novel’.

    harus donk…saya udah capek2 buat ‘tips membuat novel’, lha kok diacuhkan?:))

  30. ninelights said: mbok sumi mblandang ning banyu, prokprok. (nobodi nobodi but yu, prokprok)mbok sumi mblandang ning banyu, prokprok. (nobodi nobodi but yu, prokprok)*ngilang ah*

    huehuehueheu…jadi keingetan project pop, yang sering memplesetkan lagu.🙂

  31. saturindu said: sesekali apa sesek kali?:))Wah, hebat…sudah level 7 sekarang. kalau tetangga kamar, sudah level berapa nonton drama koreanya?:))

    haha..Udah level 8 lesson 8 sekarang, tapi belom sempet di donlot lagi..Tetangga udah tamat nonton drama koreanya..😀

  32. saturindu said: Horeeeeeeeeeeeee…akhirnya ada juga yang komen ttg si bening wonder jel. :))”lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

    Nih aku kasih teksnya, hapalin yah supaya ga kebayang lalalala doang :peh ga jadi deh

  33. saturindu said: Horeeeeeeeeeeeee…akhirnya ada juga yang komen ttg si bening wonder jel. :))”lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

    duluu sempet donlot murrotal beberapa juz 30, tp msh blm apal2, hehe

  34. saturindu said: Horeeeeeeeeeeeee…akhirnya ada juga yang komen ttg si bening wonder jel. :))”lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

    saya baru tau Wonder Girls waktu nonton Dream high 2. keren tipsnya mas Suga. Coba ah..😀

  35. saturindu said: Horeeeeeeeeeeeee…akhirnya ada juga yang komen ttg si bening wonder jel. :))”lalala lalali lalu” itu cuma nada2 ‘imajiner; yang direka2 oleh otak saya, karena teks aslinya saya tak tahu persis.

    posss vs. menghafal.. mantaaaaaaaaaaaaapz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s