Babe Yang Bikin Berabe

“Sebelum balik ke Batam, jenguk ayahmu dulu…”

Pesan demikian, senantiasa terdengar ketika saya pulang kampung. Maklum, sudah 7 tahun babe (ayah) dan ibu pisah rumah. Walau begitu, Dari pesan yang selalu disematkan pada kami–anak-anaknya–tersirat rasa sayang ibu yang masih begitu besar pada ayah. Karena itulah, begitu pesan yang sama dilesakkan bunda ke jala telinga ini,–mau tak mau–saya pun berkunjung ke rumah yang sempit itu.

Rumah ayah agak terpencil di ujung desa. Jalanan ke sana belum beraspal. Di musim hujan, debu tanah berganti warna menjadi coklat liat. Kaki mesti hati-hati melangkah, agar tak terjerembab dalam genangan. Ketika tiba di sana, agak terperangah juga. Rumput-rumput sudah setinggi lutut.

‘Ayah pasti tengah beristirahat. Mungkin sedang tak ingin diganggu,’ ucap saya, dalam hati begitu mendapati pintu rumah yang tertutup rapat. Untuk beberapa waktu, saya hanya duduk termangu di beranda depan halamannya. Hingga akhirnya saya berdiri, meraih HP. Terbersit niat untuk menelepon atau berkirim sms pada beliau. Tapi saya segera sadar, nomor telepon ayah sudah lama tak aktif. Akan percuma menghubunginya.

Lalu ingat, ada satu cara ampuh untuk berkirim pesan padanya. Segera saya buka satu file MP3, lalu memutarnya kencang-kencang. Dari HP itu, terdengarlah suara:
“Yaa siin. Wal Qur’aanil Hakiim. Innaka laminan mursalin…..”

-o0o-

Sesampainya di rumah, saya laporan ke ibu kalau rumah ayah tak terawat dengan baik.
“Perasaan baru dua minggu lalu Mas-mu membersihkan rumputnya.” sahut ibu. “Kok sekarang sudah tinggi-tinggi gitu? Apa karena sekarang lagi musim hujan, yah?!”

Dua hari berikutnya, saya dan mas kembali mengunjungi rumah ayah. Berbekal sabit tajam, kami siap membabat rerumputan dan alang-alang yang tumbuh liar. Tak lupa, saya bawa juga buku saku Yasin.

Begitu sampai di halaman yang bertumbuhan banyak rumput-ilalang, saya segera duduk dan mengeluarkan buku Yasin. Saya hendak berkirim pesan pada ayah lagi. Baru empat ayat terlantunkan, terdengar suara Mas yang berjarak sekitar 10 meter.

“Eh, kuburan ayah di sini. Bukan di situ.” sahut si Mas, sembari menunjuk sejengkal tanah yang bersih dari rumput.

Waaaahhhh….Jadi kemarin itu saya salah rumah ?

73 thoughts on “Babe Yang Bikin Berabe

  1. khoriyatulj said: kirimin terus tuh file MP3 tuk ayah, insyaallah ayah bahagia dan ingin memeluk mas suga🙂

    iya, terima kasih atas saran2 kebaikannya :)kalau mulut lagi malas komat-kamit, biasanya malam jum’at cuma mutar MP3 dr laptop…”:)

  2. tintin1868 said: ya ampun sampe nyasar segala.. emang ga hafal? rumah mbahku ku hafal loh letaknya walupun ga ada nisannya.. kan ada tanda2nya.. suga pasti jarang nengokin rumah babe ya? sampe lupa letaknya..

    salut tuk mbak tin2…:)yah, bener banget…secara saya amat jarang datang ke kuburan, dan juga jarang pulkam 🙂

  3. ibuseno said: sama sprt makam bapakku tanpa nisan, cuma patok batu.. kemarin malah patok batunya dipindahkan ke makam paman yg baru.. btw kalau putar yasin dari MP3 berarti yg berkirim pesan siapa Mas ?🙂

    wah, makamnya dimana?kok tak ada namanya?apa kebiasaan masyarakat setempat yang demikian itu?:)karena dr HP saya, dan saya memiliki niat utk berkirim doa….(moga)2 itu dianggap saya yang mengirimkannya…hehe

  4. hanifahnunk said: ndak papa mas suga…yg punya rumah jadi ada yg nengokin…mas suga ikut bersihin tambah pahala insyaallah…ditanemi bunga mas buat penanda…boleh ndak sih?*bingung

    iya, tapi bukan saya yang ngebersihin lho yah….Mas saya yg melakukannya..hehebunga di situ sama semua..bunga kamboja🙂

  5. sweetspace said: Semoga salahnya gak terulang ya..

    haha….gemblung. rumah yg disatronin mgkn rumah janda muda kali tuh, om Suga hahaha….awalnya saya berpikri mereka bercerai. namun trnyata Bapak sudah almarhum ya. Tumben kejutannya sudah dibuka di depan…

  6. debapirez said: haha….gemblung. rumah yg disatronin mgkn rumah janda muda kali tuh, om Suga hahaha….awalnya saya berpikri mereka bercerai. namun trnyata Bapak sudah almarhum ya. Tumben kejutannya sudah dibuka di depan…

    ueueuehue…tak adalah janda muda di sana, om…daerah saya khan laris manis….dan kalau nikah, biasanya awet2 semua🙂 sengaja menulis demikian, biar oom dedi kecele…huehue

  7. ulict said: salah alamat by suga ting-ting..:))btw, emangnya ga ada papan namanya gitu?

    huehuehue…efek jarang pulkam…dan jarang menyambangi kuburan juga :)papan namanya sudah kusam dan lapuk….tulisan namanya sudah sirna”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s