Sebungkus Agustus

Sebungkus nasi berkaret merah

Setelah sambutan pembina upacara

Sedikit sambal pada separuh telurnya

Serupa Agustus sebelumnya

Sekerat wajah

Mengisi lambungnya

Serupa peluru mengisi senapan

Serasa musuh sudah di hadapan

Sekepal nasi mengganjal pagi

Entah siang atau sore nanti

Mungkin saja ia akan mengganjalnya

Dengan segumpal kenangan, yang mengeras di batang otaknya

Sekeras batu cadas, yang terpahat menjadi arca

Serupa sosoknya kini

Teronggok bak prasasti

Sesekali dikenang

Sesekali diundang

Demi ritual semata

Sebungkus nasi berkaret merah

Setelah sambutan pembina upacara

Tak ada lagi cerita empat lima

Tak juga tentangnya

Mereka seakan sudah buta

Bahwa genangan darahnya

Masih mengental di merah bendera

Mereka seakan sudah lupa

Bahwa tulang belulangnya

Pernah mencencang merah putihnya

Sebungkus nasi berkaret merah

Setelah sambutan pembina upacara

Setahun lagi baru ada

Itupun jika dia masih ada

*link foto

107 thoughts on “Sebungkus Agustus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s