(Cerpen) : Tiket Terakhir Ke Surga

Tiket Terakhir Ke Surga

Di padang panas nan gersang, dua malaikat kebingungan. Mereka bingung memutuskan siapa yang layak dapat tiket terakhir menuju surga. `

“Sudah! Tiket itu buatku saja!”rayu si koruptor. “Akulah yang paling pantas mendapatkannya…”

“Enak saja!”cibir si pengemis, yang ikut antri di belakangnya. “Saya justru yang lebih berhak..”

“Sudah-sudah, tak boleh bertengkar di sini.”Malaikat II melerai. “Harap diam dulu, kalau belum diberi kesempatan bicara,..”

“Anda koruptor,”malaikat I memanggil. “Apa alasannya anda pantas masuk surga?”

“Tujuan saya mulia, ingin menyejahterakan keluarga dan kerabat. Saya tak ingin mereka menjadi FAKIR, saya takut nantinya mereka menjadi KAFIR.”

Kedua malaikat manggut-manggut.

“Saya juga koruptor paling jujur lho!”

“Paling jujur?”Tanya malaikat II

Si koruptor mengangguk. “Saya adalah koruptor paling gentlemen, yang berani mengakui berapa banyak uang negara yang sudah saya tilep. Saya juga berani menyebutkan satu-persatu teman kolusi saya dalam hal berbagi rupiah. Nah, mana ada koruptor lain yang seperti saya? Huhh,..gara-gara ini, saya mesti lari ke luar negeri, terlunta-lunta berpindah-pindah negara….”

“Bukannya enak bisa pelesir ke luar negeri?”tanya si pengemis iri.

Si koruptor menggeleng. “ Buat apa punya banyak uang kalau tak bisa dinikmati di negeri sendiri? Hujan emas di negeri orang, mendingan hujan batu di negeri sendiri, ya kan?!!…”

“Logis jugaalasannya…”sahut malaikat I yang dari tadi lebih banyak diam. Ia meminta si koruptor menyingkir dulu, memberi kesempatan pengemis untuk maju.

Deuh, maaf yah…seumur-umur, baru kali ini saya diinterview!”ujar si pengemis belingsatan, sambil memeras ujung bajunya yang basah oleh keringat. “Saya tak pernah baca tips-tips interview, jadi mohon dimaafkan yah, bila tak berkenan….”

Kedua malaikat manggut-manggut. Seketika mereka merasa iba.

“Kalau tips-tips berdoa, udah pernah baca belum?”

“Kalau itu sih, bacaan wajib…hehe”jawab si pengemis tersipu.

“Lho, kalau gitu, kenapa masih jadi pengemis juga?”

“Itulah, kasihanilah saya duhai malaikat mulia. Selama hidup di dunia, tak satupun doa saya terkabul…”

Kedua malaikat itu makin iba. “Memang dulu pernah berdoa apa saja?”

“Macem-macem.”

“Misalnya?”

“Doa minta kaya,… tanpa bekerja tentunya.”si pengemis kembali tersipu. “ Ada juga doa minta didekatkan sama wanita cantik.”

“Lho, yang terakhir itu bukannya udah?”

“Udah apa?”

“Udah terkabul, kan?”

“Lha, kapan?”

“Sekarang ini!” jawab malaikat I menunjuk antrian di belakang pengemis. Terlihatlah wanita seksi-semampai, yang berdiri hanya beberapa inchi darinya.

“Lha, kok saya nggak ngerasa yah? Baunya juga gak berasa?”

“Udah…Udah sana!” seru malaikat II, meminta si pengemis minggir. “Khan doanya udah terkabul.”

“Tapi saya mintanya tiket aja, wis!”

“Enak saja. Saya juga mau kalau itu!”seru si koruptor yang tak rela satu-satunya tiket ke surga jatuh ke tangan orang lain.

“Sudah, tak perlu rebutan.”si Malaikat II kembali menengahi. “Tunggu aja keputusannya nanti….”

Kedua malaikat itu kini asyik memperhatikan wanita cantik di depan meraka. “Ckckck…itu tubuh apa bantalan stempel?”

“Iya, kok banyak sidik jarinya yah di sana-sini…!”

Si perempuan cantik tertawa geli. “Yah, beginilah, malai-kang…nasib orang tak berpendidikan.”

“Mesti rela dicolak-colek, gitu?”

“Yah, gimana lagi..hidupnya dari saweran, kang…”

Kedua malaikat itu saling menggeleng. “Trus, masih bermimpi dapat tiket ke surga?”

“Kenapa enggak, om?”

“Emang apa alasannya, kok optimis bisa dapat tiket?”

“Surga khan pasti kekurangan hiburan, om.”

“Kok bisa?”

“Surga pasti sepi. Karena para penyanyi pada masuk neraka semua.Ya kan?! Makanya om, berikan tiket itu untuk saya! Biar saya bisa menghibur penduduk surga!”

Tiba-tiba dari belakang terdengar suara sendu seorang lelaki.

“Saya prihatin, saya prihatin kalau tiket itu sampai jatuh ke tangan orang lain. Saya sungguh-sungguh prihatin!”

“Bentar-bentar,”ujar malaikat I. “Sampeyan itu siapa? Belum dipersilakan maju, kok bisa-bisanya sudah berkoar-koar.”

“Iya, ngaku-ngaku prihatin lagi.”ucap malaikat II. “Bukankah prihatin itu nama wanita?”

“Mungkin dia stress,”si pengemis ikutan bersuara. “Kelamaan menghuni istana dunia sih,…”

“Apa stress karena gajinya yang tak naik-naik?”timpal si koruptor.

“Gak mau nanggep aku nanyi, sih…”si penyanyi ikut-ikutan menyahut.

“Buat apa nanggep situ, kalau suara saya lebih merdu?!”cibir si lelaki necis itu. Tangan kanannya pun terkepal, seolah memegang mike. Sesaat kemudian ia mulai melantunkan tembang-tembang. “Tiga puluh menit…aku di sini, tanpa suara. Dan aku bosan harus menunggu lama…masuk ke Surga!”

“Wah, suaranya cocok untuk menghibur penghuni neraka,”tutur malaikat I. Ia bersiap melemparkan lelaki necis itu ke neraka. Tapi malaikat II mencegahnya.

“Jangan! Ntar penghuni neraka malah pada stress dengerinnya…”

“Trus enaknya dia dimasukkan ke surga?”

“Hmm…jangan! Khawatirnya ntar mengganggu kenyamanan surga. Apalagi lelaki ini gemar konferensi pers. Bisa nggak berhenti-berhenti dia siaran di seluruh channel TV sana…”

“Lalu? Lelaki ini ditaruh di sini saja? Terus tiketnya untuk siapa?”

“Sudah, biar adil…tiketnya diundi saja!”terdengar suara wanita paruh baya, yang bersanggul dan berkebaya.

”Diundi?”kedua malaikat memandang wanita yang berada di urutan paling belakang tersebut.

“Deuh, jangan!”tampik si pengemis dengan rona khawatir. “Seumur hidup saya nggak pernah dapat–yang namanya undian berhadiah. Padahal dulu pernah janji, kalau dapat togel, saya akan berhenti mengemis, lho…”

“Wah, kok sama?!”ucap si koruptor. “Seumur-umur tak pernah dapat tuh yang namanya undian. Padahal, kalau dapat lotre, saya khan nggak perlu susah-susah korupsi.”

Si wanita paruh baya tertawa. “Memang, kalau undian saya seringnya menang. Pengalaman sih…sering ikutan arisan!”

“Yah, kalau gitu jangan,,,!”kata si penyanyi, ikut-ikutan menyuarakan penolakan. “Sudahlah, mas, om, tante..ikhlaskan saja tiket itu untuk saya.”

“Enak saja!”

“Gak bisa…gak bisa!”

“Buatku aja!”

“Jangan…”

Kedua malaikat saling pandang. Mereka bimbang. Makin lama, mereka makin bimbang hendak memutuskan untuk siapa tiket tersebut. Nah, dapatkah anda membantu kedua malaikat itu?

-o0o-

86 thoughts on “(Cerpen) : Tiket Terakhir Ke Surga

  1. saturindu said: tiketnya dilempar ke neraka?hangus donk ntar….hehe

    tiket terakhir untuk antrian hari ini kan ???jadi beli tiket nanti aza kalau udah ngga musim liburan ke surga, biar ga antri dan kehabisan tiket :))

  2. amarylli said: tiket terakhir untuk antrian hari ini kan ???jadi beli tiket nanti aza kalau udah ngga musim liburan ke surga, biar ga antri dan kehabisan tiket :))

    iya, antrian hari ini terakhir…ke surgabsok…orang2 pada ramai liburan ke neraka:))

  3. siasetia said: bagus mas suga, menurutku tiketnya buat mas suga aja gimana? :p

    asyikk….terima kasih yah, sudah merelakan tiket itu utk saya…huehueheu*siap2 jual lagi, dengan ahrga 100x lipatnya:_D

  4. tiarrahman said: tiketnya kasi ke koruptor aja. Dengan jaringan dia tu tiket bisa dbuat banyak duplikat. Oke.

    wah….dengan demikian semua orang tak perlu berebutan masuk surga?wah…bagus juga idenya….eh, tunggu dulu….ntar kl surga penuh gimana?:))

  5. 25102004 said: m kan malaikat yg baik hati…ha,,,ha,,ha…malaikatnya dipanggil om…

    Tiket liburan k neraka masih sisa banyak ya :-PYang bikin cerpen siapa sih ? Ckckck…pasti mantan calo tiket😀

  6. amarylli said: Tiket liburan k neraka masih sisa banyak ya :-PYang bikin cerpen siapa sih ? Ckckck…pasti mantan calo tiket😀

    nggak banyak, sih…tapi masih ada…tapi cepetan lho, yah…drpd entar dapat yg kelas ekonomi…drpd mesti berdiri2 sepanjang perjalanan…mana panas lagi khan?;)*calo tiket merangkep ojeq:))

  7. intan0812 said: dia ga bisa pisah dari emak tercintanya :P…lagi belajar puasa om, alhamdulillah dah dua hari bisa kuat sampai ashar….

    wahh…kl gitu mesti cepat2 diajarin mandiri tuh…dan mondok ama oom suga adalah solusi paling tepat:))

  8. intan0812 said: dia ga bisa pisah dari emak tercintanya :P…lagi belajar puasa om, alhamdulillah dah dua hari bisa kuat sampai ashar….

    saturindu wrote today at 10:28 PMninelights saidendinge rak enak tenan. – -“cerita gratisan minta enak terus2an:-P:))>>>ISH!*gantung Mas Suga di Popi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s