[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Kopdar2 yang Gagal

Manusia berencana, Tuhan tertawa….huehuehue…

Penginnya sih mendatangi satu persatu kontak selama di Jakarta, lumayan khan…dapat makan gratisan….hahax…tapi rasa-rasanya nggak mungkin bangettt…ada puluhan MPers Jakarta; Bisa berbulan-bulan ngendon di kota yang paling gue benci ini…!

Karena itulah saya mencoba bergerilya, mencari celah waktu yang bisa mempertemukan saya dan beberapa kontak. Hal ini tidak mudah sesungguhnya *ceillah lebay-nya…*karena waktu mereka yang lebih terbatas di hari kerja (mungkin beberapa orang bisa siang hari, pas jam istirahat). Kopdar setelah jam kerja sepertinya juga kurang efektif dan nyaman, karena waktu pertemuan menjadi lebih singkat; karena takut pulang kemalaman, takut nggak dapat transportasi masal,dll…

Tak perlu berpanjang kata lagi *udah ngantukz soalnya…hoaaamm… dan inilah daftar kopdar2 yang gagal :

Kopdaran ama Darnia

Awalnya udah janjian selasa (28/6) ketemuan ama Darnia alias Dani di Plaza Senayan, agar dekat dengan tempat kerjanya. Waktu kopdarannya sekitar setengah empat, setelah ia selesai rapat. Esoknya kebetulan hari libur, jadi…katanya nih, hari itu Dani bisa ngacir lebih cepat…haha. Kebetulan juga Siang itu saya juga lagi ada acara di blok M.

Acara saya pada saat itu…hmm…lho, lhoo….lhooo… kok jadi lupa gini ? *mungkin efek kebanyakan bergaul sama gadisamnesia*

Oiya, acaranya audisi, jadi pemeran pengganti hantu, yang akan show di depan blok M Square. Hasilnya sungguh mengecewakan…

Saya ditolak! Alasannya unbelievable. Saya terlalu calm & cool….wkwkwkwkwk…

Selesai audisi jam dua, saya rada capek dan ngantukk…mengguyur wajah dengan air mancur juga tak membantu. Melihat yang bening-bening, lha kok malah pusing…

wahhh…jadi pengin cepat2 ngeposss…!!! Mau position (=tidur) di trotoar sebenarnya…tapi rada takut. Takutnya, ntar orang-orang pada ngasih uang ke saya…huehue…

Sebenarnya bisa sih, saya tidur di bioskop…tapi, dipikir2 lagi, mau tidur kok mesti bayar…(sebenarnya ga papa juga sih, kalau yang di sebelah itu Popi…opsss!)

Jadinya…kontan saya berdoa dalam hati, moga2 kopdarannya gak jadi, biar bisa pulang cepat, biar bisa segera position…!

Tralaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…[hayo, hitung..’a’nya ada berapa!],…tiba2 datang sms dari darnia, yang meminta maaf, karena kerjaannya numpuk dan nggak bisa ditinggal.


Kopdar dengan Om Hartono & Mas Arifin

Mas Har sudah spt saudara sendiri. Saat masih dinas di Batam, kami sering kopdaran, sering bertukar tips2 seputar ngempi atau ngejemz puisi. Begitu juga om Arifin (MPers Semarang/Jakarta). Kopdaran pertama, mas Arifin malah saya bawa ke ruko tempat saya bekerja dulu, plus masuk2 ke kamar saya yang seperti kapal pecah, eh nggak sih…kamar saya malahan lebih bernuansa girly…Ada boneka dolphinnya! Malah serba bernuansa pinky di tempat tidurnya…Opss! Lupa! Kok jadi buka rahasia pribadi…hihi. Kopdar kedua, malam harinya…mas Arifin malah dibawa ke sebuah bar cafee…hehe *kayaknya mas arifin sempat sedikit shock…(mungkin mas arifin berpikiran: ‘ckckckck….Gila nih batam…bulan puasa tempat ginian kok bisa buka, yah??’ Coba kalau di Jakarta ada, yah mas…haha)

Dipicu oleh rindu yang menggebu *Ceillah bahasanya…* karena sudah tiga tahun tak bertemu, Sabtu (2/7) atau minggunya (3/7), saya berharap bisa bertemu dua MPers ini. Beberapa kali saya chat dengan mas Arifin, memintanya mengatur schedule kopdaran bareng2 mas Hartono…

Saya sempat senang, karena hari Sabtu mas Har libur dan kemungkinan besar kami bertiga bisa kopdaran. Ealahhhh….Sabtu pagi… tiba2 popi ssm (six sense message), ngajak segera ketemuan.

Deuhh, rasa2nya tak enak…kl tiba2 saya batalin janji kopdaran, padahal sayalah yang ngebet ketemu mas Har dan mas Arifin. (Wah…ntar bisa-bisa mereka berdua pada kompak nyanyi : “kau yang mulai, kau yang mengakhiri…kau yang berjanji, kau yang mengingkari…”)

Tapi dilematis juga. Pertemuan dengan popi adalah pertemuan yang sudah sangat dinanti-nanti. Sungguh tak sabar rasanya menyanyikan lagu Ridho Rhoma (“Sekian lama…aku menunggu…untuk kedatanganmu…bukankah engkau telah berjanji…kita jumpa di sini…Datanglah, kedatanganmu kutunggu, tlah lama…Tlah lama ku menunggu..!!! Selain dirimu Popi, tiada yang lain lagi…”.hihi)

Weleh-welehh,…terpaksa komat-kamit lagi…berharap mereka saja yang membatalkan janjinya…haha

Tak berapa lama, datang sms dari mas Arifin. ‘Mas Har gak bisa sabtu-minggu ini. Ia dan keluarga berlibur ke Pangandarann,..!’

Cihuuuuiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…akhirnya bisa makan popmi bareng Popi…(*pakai adegan kecup2 di cup sendiri…*)

Kopdar dengan Rana & Alexableng

Hari ini rencananya pulang ke Jombang, via Semarang…bukan rencana terbaik sih…kereta2 pada penuh sampai 2 hari nanti. Jadinya berencana memilih naik Senja Utama Jurusan Semarang, sambil kopdaran ama Rana dan mama Dheo, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya/Jombang.

Ndilalah…kok jadi keingetan, kalau mereka berdua ndak mau kopdaran ama saya. Nggak percaya? Ini buktinya:

“Kagak usah mampir semarang!!!
menuh-menuhi semarang… nanti semarang tambah banjir!!!”
(mama Dheo)

Olala….Terpaksa, mungkin nanti di Semarang numpang pipis aja…wkwkwkw


Kopdar dengan Prema

Penginnya sih nyubit2 mamanya Prema yang imutz…huehue. Apalagi jeng Arni komen di salah satu reply-annya, kalau hari Rabu (6/7) free…karena sedang cuti. Dengan semangat menyala-nyala, setara pijar lampu 1000 Watt, saya memberanikan diri datang ke Bogor, bermaksud menemui Prema dan mbak Arni-nya. Tak lupa, saya PM mbak Arni Selasa tengah malam, agar rabu bisa kopdaran.

Olala…sampai Rabu siang, ternyata PM saya belum dibuka juga. Untuk kedua kalinya, saya mengirimkan PM. Sorenya, setelah ngerahat (makan sup buah), kok mendadak ngerasa kurang sehat…jadi rada males juga utk kopdaran. Tapi mendadak keingetan lagi ama mama Prema…gimana kalau habis maghrib nanti beliau ngajak ketemuan?

Wahhh…terpaksa merapal mantra ajian serat jiwa…moga2 tahun depan saja beliau baca PM saya…hehe.

Syukurlah, rada2 nggak inget lafadznya…jadinya kurang manjur mantranya. Keesokan paginya, sebuah nomer asing menelepon. Segera saya mengangkat telpon dan berkata: “iya, gpp. Gak usah minta maaf, mbak Arni.” Lalu terdengar suara kaget plus penasaran di seberang,”lho, kok tahu,…mas suga kok tahu…kalau ini Arni? Wahh…maaf, yah…baru pagi ini saya baca PM-nya, mas!”

Kopdar Bandung

Minggu Sore, (10/7) rencananya mau kopdaran ama Mpers bandung. Kebetulan ada dua orang yang menyatakan bisa datang: mbak Ayudiahrespatih (kontak baru saya) dan mas Isaanshori. Kopdarannya sendiri direncanakan di sekitar gasibu, biar saya nggak jauh2 dari tempat tanding Bridge di gedung Telkom.

Minggu siangnya, mendadak badan saya rada demam. Kepala juga rada sakit. Mungkin ini efek bermain bridge yang kalah mulu…huhuuuu….. Saat itu spontan kepikiran untuk membatalkan kopdar. Nggak asyik aja, kalau kopdaran tampang saya keliatan dingin dan pucat pasi. Nggak bagus juga fotonya kalau dipajang atau dipandang mata…huehuehue…

Jam lima, seusai permainan Bridge, saya segera online dan buka MP untuk mengecek PM. Sampai setengah enam lewat, belum ada juga PM baru dari mbak Ayu. Itu berarti,… sepertinya beliau berhalangan datang. Karna kelupaan? Ah, alangkah senangnya jika demikian…berarti Virus amnesia sudah menyebar,,,huehuehue….

Tapi masih ada satu ‘kerikil’ lagi…hihi… saya udah terlanjur janji ama mas Isa juga, yang akan datang jam 5-an. Sambil harap2 cemas…saya menanti smsnya. Menjelang jam 6, datang sms yang ditunggu. ‘Mas, bisa nggak ketemuannya habis maghrib di Salman? Saya masih ada acara nih…’

huhuyyyy,…akhirnya kopdar batal juga…hehe.


Kopdar bareng Mia dan the Bimz

Ada satu hasrat terpendam, yang menghentak-hentak…selayak arus bawah yang menggerus dasar samudera…*duillah diksinya, makin lebay aja haha…

Tapi sungguh, saya sangat berharap bisa kopdaran sama Mia, bercerita tentang apa saja (bahkan yang nggak penting). Itu semua bukanlah masalah…selama di rumahnya tersaji sate kelinci hihi…

Tapi tentu saja Mia menolak kopdaran dengan cara begitu. Ia ternyata sangat sayang pada kelinci2 piaraannya itu…huehuehuehue (*batal deh, mamam kelinci panggang*)

***

Entah kenape, suseh sekali ketemuan ame mas Bimz… beberapa kali ngerancang waktu, kok nggak ada yang tepat, yahhh… Mungkin inilah karma….karena dia lebih memilih mendukung Rossoneri alias AC Milan. Saya sebaliknya malah…saya lebih mendukung Nerrazzuri alias inter Milan yang menjadi seterunya…hehe

Sore tadi, pas ada di Stasiun Senin, baru keingetan kalau mas Bim pernah ngajakin kopdaran sambil makan siang di Atrium senin, karena kantornya tak jauh juga dari situ…rasa2nya sepulang kerja, bisalah dia meluangkan semenit untuk ketemuan, sekedar menghilangkan karma di antara kami…:).

Segera saya meneleponnya.

“Wah, maaf, mas…”sahut mas Bim. “saya sudah di Senayan sekarang…ada janji…”

Pfuuhhh….kesal jadinya…terus jadi pengin nyanyi2 lagu Sherina…(“Geregetan…jadinya geregetan….”)

Olalaa…tiba2 dari sebuah bus turun sesosok bening…

Iseng2 langsung nawarin dia, “Ojeg, mbak?!”

“Boleh!” jawabnya. “ke Poncol berapa?”

Wahh…belingsatan jadinya…

“Maaf, saya cuma becanda… itu ojegnya…”saya menunjuk agak jauh ke belakang.

“nggak mau,”tampiknya. “saya mau masnya aja yang
ngojeg…”

“Wah, saya nggak punya motor, mbak…”

“pinjem sana ama tukang ojegnya..”

Sablenk nih orang… Tapi kok ya saya mau aja nurutin dia…!

Setelah nego ama seorang tukang ojeg, ninggalin KTP, dan sepakat bayar 30 ribu perjam, saya langsung datang ke wanita itu lagi. Lengkap dengan motor dan dua helm.

“saya nggak tahu jalan juga, lho….”

“Ntar aku yang nunjukin,”tegasnya, yang langsung naik ke boncengan.

Motorpun melaju, menuju ke timur, lalu berbelok ke arah utara. Setelah menyusuri tepi jalan layang, ia memintaku berbelok kiri. Jalan kini berkelok-kelok. Tiba-tiba, pundakku ditepuknya.

Lalu terdengar sebuah suara berkata,”udah sampai, mas…udah sampai…”

Agak heran, suara itu sepertinya bukan suara wanita bening yang tadi. Suaranya lebih mirip suara lelaki.

“Oh, udah sampai? Udah sampai poncol?”

“Poncol? Ini cikokol, mas…!”

Aku langsung gelagapan. Terlihat kondektur berdiri di sampingku. Setengah tak percaya pada penglihatanku sendiri, kuucek2 mata beberapa kali. Setelah kesadaranku terkumpul sepenuhnya, barulah kuingat, kalau tadi aku naik bus Jurusan PS Senen-Cikokol. Ternyata dalam bus aku tertidur dan bermimpi…

Jadi wanita bening itu Cuma mimpi? Rasa-rasanya dia begitu nyata….aku bahkan bisa mengingat setiap inchi butiran wajah beningnya…

Masih setengah penasaran, kubuka dompet, dan memeriksa KTP. Ooh…ternyata masih ada saudara-saudara..!!

Ternyata kopdaran ama wanita itu Cuma terjadi di alam mimpi…

Pfuuuhh…mungkin ini efek gagal kopdar mulu…!!!

-o0o-

belajar lelebay, ahh….nggak mau kalah ama presiden yg Super leBaY…wkwkwk.

ayo, pada ikutan lombanya di sini…

102 thoughts on “[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Kopdar2 yang Gagal

  1. evanda2 said: hadooohhh… lomba lebay ini bisa bikin penulis berubah aliran cara nulis… xixixi …

    dian pikir2 iya banget ya mbak eva..:)) btw. cak suga..kasihan amat ya gak jadi mulu..:P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s