[Bukan FF] : Balada Seorang Gadis Desa

Gadis desa nan bersahaja, datang ke kota baru dengan wajah nan lugu. Bersama pacar baru yang sudah ia kenal satu minggu. Gadis desa sumringah, tak sabar rasanya ia untuk segera bertemu calon mertua. Tapi Adzan siang keburu berkumandang, mengundang para religi untuk bertamu di rumah illahi.

Agaknya pacarnya tergolong jenis yang ini. Terbukti, ia diajak berhenti di masjid Jami’, sembari melepaskan pegangan tangannya. Selesai berwudhu, dan hendak sholat, sang pacar menemuinya.

“Kita gantian, yah.”ucap sang pacar. “kamu duluan sholatnya, biar aku yang menjaga barang-barang.”

Sang gadis mengangguk. Sholat ia dengan tuma’ninah. Masih sempat juga ia berdoa, agar calon mertua merestui hubungannya. Agak terkejut juga ia, setelahnya tak menjumpai sang pacar. Hanya ada barang-barangnya, yang masih tergeletak rapi, tersandar di satu pilar.

Awalnya ia beranggapan kalau sang pacar juga tengah sholat. Setelah sejam lebih menunggu dan tak ada jamaa’ah yang tersisa, ia mulai panik. Kepanikannya makin menjadi saat HPnya tak berada dalam tasnya, yang ia geletakkan bersama barang-barang lain. Tapi ia cukup lega, mendapati dompetnya masih ada. Begitu membuka isinya, ia kembali panik. Hanya tersisa 20 ribu. Sedangkan 300 ribunya raib. Dengan gontai dan terisak, ia berjalan keluar. Dijumpainya dua orang di pintu keluar masjid.

“Oh, masnya yang tadi gandengan tangan sama si mbak, yah?”ucap orang pertama, yang ternyata adalah penjaga parkir. “Ia sudah keluar dari tadi. Ia sepertinya buru-buru. Bahkan mungkin tak sempat sholat juga, karena jamaah lain belum selesai sholatnya.”

Gadis desa makin lunglai karenanya. Tangisnya kian berderai. Setelah agak reda, ia meminjam HP pada orang kedua yang masih duduk di situ. Ia menghubungi pacarnya, tapi nomernya tak aktif. Beberapa kali ia melakukannya. Tapi HP pacarnya masih juga tak bisa dihubungi. Gadis desa bingung. Tak tahu hendak kemana. Alamat pacarnya ia juga tak tahu. Baru ia sadari, kalau ia sudah tertipu oleh pacar barunya. Untuk beberapa lama, ia tertunduk lunglai dan terisak, sambil sesekali mendengarkan pembicaraan dua orang itu, yang beberapa kali menyarankannya untuk segera pulang ke kota asalnya. Sebelum hari beranjak malam.

“Kasihan yah, si mbak-nya,”ucap orang pertama, dengan raut simpatik.

“Sangat menyakitkan pastinya,”sahut orang kedua,”ditipu sama orang terdekat, yang sudah sangat disayangi.”

“Oh, masnya pernah ngalamin juga?”

Orang kedua mengangguk.

“Uang dan HP juga hilang?”

Orang kedua menggeleng.

“Trus? Apa yang hilang? Apa yang diambilnya?”

“Dia? Dia malah lebih parah.”

“Lebih parah? memangnya apa yang diambil?”

“Dia mengambil rindu.”

“Rindu? Lha apa bisa?”

“Ya bisa donk,”sahut orang kedua bersungut. “Untungnya si dia masih baik hati juga. Nggak semuanya diambil. Dia cuma ngambil 2/3, menyisakan 1/3 rindu buatku..huehue”

Kejadian Senin, 30 Mei 2011. 13.00-16.00. Masjid Jami’. Kota Santri

96 thoughts on “[Bukan FF] : Balada Seorang Gadis Desa

  1. saturindu said: masakan apa? sayur bening dengan aroma bawang? :)sudah tuh….udah habis…huehuehari ini menu kulinernya SOP sama rujak cingur

    om Suga sebagai pelaku, orang pertama, atau org kedua neh?hehe…

  2. saturindu said: masakan apa? sayur bening dengan aroma bawang? :)sudah tuh….udah habis…huehuehari ini menu kulinernya SOP sama rujak cingur

    pernah juga tuh ngalamin kehilangan uang dan hp di mesjid. untung di kantong masih ada Rp 2.000,- jadi bisa pulang sampe rumah selamat, tapi pelakunya bukan orang terdekat melainkan gadis berjilbab juga hehehe…ooo 1/3 fb nya…, aku add yah

  3. saturindu said: Kejadian Senin, 30 Mei 2011. 13.00-16.00. Masjid Jami’. Kota Santri

    oooh lagi ada dijombang tohsalam ya buat si gadis yang kehilangan, semoga tabah dan kuat dan mendapatkan ganti yang lebih baik

  4. nengmetty said: oooh lagi ada dijombang tohsalam ya buat si gadis yang kehilangan, semoga tabah dan kuat dan mendapatkan ganti yang lebih baik

    maaf, si gadis udah keburu pergi…tak sempat melampirkan salam utknya:)iya, lg d rumah, teh

  5. binarlangitbiru said: pernah juga tuh ngalamin kehilangan uang dan hp di mesjid. untung di kantong masih ada Rp 2.000,- jadi bisa pulang sampe rumah selamat, tapi pelakunya bukan orang terdekat melainkan gadis berjilbab juga hehehe…ooo 1/3 fb nya…, aku add yah

    wah, kasihannya mbak eRie..syukur, masih bs pulang yahhh…:)wah, si gadis tega banget..mengkhianati amanat yg sdh diberikan pdnya.moga2 Tuhan memberi gantinya, pada mbak eRie, yang lebih baik lagi.*ok. thx atas invitenya*

  6. saturindu said: apa karena mereka juga terlalu lugu?

    biasanya rayuan dan cara pria untuk meyakinkan para ortu, sehingga bisa mengambil hatinya dan percaya pada pria tersebut…. Waspadalah untuk para ortu ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s