Obituary My Lovely Papi

Tiga tahun lalu aku mengenalmu. Salah satu sobat terbaik mengenalkanku padamu, sosok tegar yang tangguh dalam menapak hidup. Seperti jati yang tetap tegak, tak lekang oleh kemarau musim. Engkau menyambutku dengan hangat dan ramah, seperti mentari pagi yang ramah menyapa bunga-bunga. Dan engkau mulai bercerita, tentang petualanganmu ketika menjadi tentara pada masa pemberontakan PKI. Di satu bukit pPndeglang, si satu malam, engkau dan pasukanmu menyergap sisa-sisa gerombolan mereka, yang masih bergerilya di bukit-bukit terpencil. Hanya beberapa saja anggotamu saat itu, diberondong tak henti-henti dari puncak bebukitan. Engkau terperangkap di bawah, mendapat hujan peluru. Salah satu anggotamu terluka, kehilangan daun telinga. Lalu bala bantuan tiba, menyergap dan menangkap sisa-sisa mereka.

Aku juga terkesan dengan petualanganmu, saat melintas di jalan lintas Sumatera, seorang diri, tanpa pengawal, tanpa senjata, tanpa teman di sisi. Beberapa kali engkau dikuntit dari belakang, oleh orang-orang yang berniat jahat, yang biasa merampas kendaraan beserta isinya, Bahkan nyawa penumpangnya juga.

Tapi, engkau selalu pergi tanpa pernah kenal rasa takut, karena rasa takutmu sudah kau nisbatkan seluruhnya untuk Tuhan. Engkau yang sudah lelah, lantas tak gentar. Turun dari mobil, membuka separuh jaket hitammu, menanti para penguntitmu yang memperhatikanmu dari jarak yang agak jauh, lalu engkau masukkan tangan kananmu ke dalam jaket. Engkau seolah hendak mengambil sesuatu dari situ. Para penguntitmu pasti menyangka engkau menyandang pistol atau senapan kecil. Tangan kirimu lalu mengambil sebatang korek, dengan tangan kiri pula kau nyalakan korek itu menyulut rokokmu, yang segera kau isap dalam-dalam. Dari sekilas cahaya yang tepercik, mereka pasti nampak satu tanganmu yang masih merogoh ke dalam jaket. Engkau seperti bersiap-siap, bila keadaan memaksa.

Untuk beberapa lama kau diam di sana, begitu halnya dengan mereka, hingga ketika rokokmu sudah habis, engkau mulai kembali ke mobil, menstarter dan melajukan kendaraan dengan kecepatan biasa, tak buru-buru. Mereka pasti mengiramu tak gentar, karena kamu menyandang senjata yang sudah siap ditembakkan.

Dari kaca spion, sudah tak terlihat lagi kerlip sinar yang beberapa waktu selalu membayangimu. Para penguntit itu pastilah amat gentar, menghadapimu yang terlihat tangguh dan tegar.

Tiga tahun lalu engkau mengumpulkan anggota keluargamu.; istri tercinta, dan seluruh anak-anak dan keluarganya. Pada mereka engkau memperkenalkanku sebagai anggota baru di keluargamu.

Lalu engkau berkata, “Mulai sekarang, Suga ini menjadi bagian keluarga kita. Aku mengangkatnya menjadi anak.”

Papi, sebuah kehormatan besar, sebuah anugerah tak berhingga, engkau memasukkanku dalam bagian keluarga besarmu, sebuah kepercayaan yang tiada ternilai. Engkau pasti tahu, kalau aku agak pemalu dan sering canggung berada berlama-lama di rumah yang asing, di rumah yang bukan rumahku sendiri, Mungkin itulah salah satu alasan terbesarmu, mengangkatmu menjadi bagian dari keluarga besarmu, agar aku selalu betah berlama-lama di sana, berinteraksi dengan segenap anggota keluarga, seperti mami, cici Stella, cici Flora dan cici Bella dan semua kerabatnya. Sungguh sebuah kebahagiaan, bisa membaur dengan mereka semua, menjadi satu bagian yang senantiasa bersama-sama, merasakan suka duka.

Papi, di sini pula kami sekarang berduka. Mengenang sosok yang menjadi panutan, yang telah mengajari kami tentang hidup, tentang ketegaran yang tak lekang oleh musim. Di sini, kami sekarang berdoa, ikhlas melepas kepergianmu…

Selamat jalan papi, semoga damai senantiasa menyertai.

Bandung, 26-04-2011

79 thoughts on “Obituary My Lovely Papi

  1. khoriyatulj said: ikut berduka, semoga kedamaian selalu bersamanya..mas suga kerumah duka?kalau tau aku akan kesana

    terima kasih banyak, bunda..:)iya, saya dan lerie k sana, ke rumah duka. dimakamkannya di Cipageran 3 hari kemudian (Jumat, 29 april 2011)

  2. khoriyatulj said: ikut berduka, semoga kedamaian selalu bersamanya..mas suga kerumah duka?kalau tau aku akan kesana

    oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

  3. tintin1868 said: oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

    amiiin, terima kasih doanya, mbak tin. :)iya, asyik banget memiliki keluarga besar yang ramah dan baik hati. :)*kemarin pas beliau meninggal? iya, saya ke sana di hari pemakamannya.

  4. tintin1868 said: oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

    Turut berduka cita bang ^^

  5. tintin1868 said: oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

    Turut berduka cita Mas Suga..semoga arwah Papi bahagia disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan…amiinnn….*Mas Suga apa kabar? kangen euuyyy

  6. tintin1868 said: oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

    Lama ga liat mas suga.. kangeet beuth

  7. tintin1868 said: oohh asik ya punya keluarga di bandung.. kemaren ke bandung kah?semoga sudah damai sentosa ya papi “disana” dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan iklas.. rest in peace papi..

    Turut berduka cita ya Mas..

  8. saturindu said: terima kasih banyak, bunda..:)iya, saya dan lerie k sana, ke rumah duka. dimakamkannya di Cipageran 3 hari kemudian (Jumat, 29 april 2011)

    Rest in peace…* Mas Suga, Cipageran sangat dekat dengan rumahku… sayang aku nggak tahu.

  9. fendikristin said: Turut berduka cita Mas Suga..semoga arwah Papi bahagia disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan…amiinnn….*Mas Suga apa kabar? kangen euuyyy

    terima kasih banyak mbak Kristin :)amiin, semoga secepatnya bs recovery :)Alhamdulillah, sehat sejahtera🙂

  10. arynsis said: Rest in peace…* Mas Suga, Cipageran sangat dekat dengan rumahku… sayang aku nggak tahu.

    terima kasih, mbak Ary, atas segala simpatinya. :)maaf, kelupaan utk memberi kabar. padahal pengin kopdaran juga, tapi waktu belum memungkinkan. Semoga lain kali bisa lebih luang. biar saya bisa menyerap banyak2 ilmu kepenulisannya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s