(FF) : Terkunci

Wanita berjilbab merah, datang dengan pipi merona. Duduk ia di Sofa merah, memesan fanta yang membuat bibirnya juga makin memerah.

Tapi tak lama, rona merah sirna. Mendung bergelantung di wajahnya. Pias serupa hujan mengalir deras dari matanya yang berkaca-kaca. Tapi ia terus bercerita…

“Rumah kami di bukit itu, dulunya adalah yang terbesar; yang termegah di kompleks. Dari jerih payah berdua, kami juga bisa membeli dua buah mobil. Lalu Suamiku mulai berulah. Ia terlibat narkoba dan penggelapan barang-barang. Harta kami habis tak bersisa. Rumah, mobil, semuanya disita, untuk mengganti kerugian.”

Bukan itu saja,”lanjutnya terisak. “Suamiku ditangkap dan dipenjara. Tidak ada lagi yang memberi nafkah untuk kami berdua; aku dan anak balitaku. Ah, kehidupan…sungguh tak pernah terbayangkan… “
Lelaki berkaos hitam, bergaris putih di tepinya. Mendengarkan semua cerita dengan seksama. Ia trenyuh, iba, gundah…

“Ah, andai saja hatinya tak terkunci pada wanita lainnya…”desah lelaki itu.

***

“Berapa lama suamimu di penjara?”Tanya lelaki itu, 3 hari setelah pertemuan pertama.

“Kira-kira setahun lagi.”ucap wanita itu. “Mengapa bertanya?”

“Kulihat engkau masih sangat menyayanginya. Jadi, mengapa kalian tak kembali lagi membina rumah tangga?”

“Memang, setiap minggu aku masih selalu menjenguknya. Mungkin karena aku memang masih sayang padanya. Tapi gimana lagi? Di sini mantan suamiku tak ada keluarga. Kalau bukan aku, lantas siapa lagi yang membesuknya. Kalau mengingat anak balitaku, aku memang seperti tak bisa meninggalkannya. Tapi kalau mengingat perlakukannya padaku, aku sungguh-sungguh tak bisa memaafkannya. Walau tiap kali kubesuk ia selalu menangis dan meminta ampun, aku sungguh-sungguh bertekad tak ingin kembali lagi padanya…”

“Mengapa tidak?”sahut lelaki itu keheranan. “Mungkin memang ia sungguh-sungguh sudah bertobat dan bertekad akan memperbaiki kesalahan.”

“Enggak,”kata wanita itu. “Hatiku sudah terkunci.”

“Terkunci?”

Wanita itu mengangguk pelan, lalu berkata, “Hatiku sudah terkunci olehmu…”

61 thoughts on “(FF) : Terkunci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s