Bridge, Olahraga Manajemen Waktu


Bridge, Olahraga Manajemen Waktu


Tak selamanya olahraga harus mengandalkan otot dan tenaga besar. Kejelian berpikir dan strategi jitu memang diperlukan di sebuah olahraga. Salah satu olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir adalah bridge. Cabang olahraga ini memang tak setenar bulu tangkis atau sepakbola di tanah air. NamUn, ternyata Tim Bridge Indonesia cukup disegani di kancah internasional.

Bridge adalah olahraga yang menggunakan kartu remi dan mengandalkan kemampuan otak untuk berpikir maupun keuntungan. Olahraga ini juga dikenal dengan nama Contract Bridge. Banyak anggapan bahwa bridge adalah sebuah olahraga sekaligus permainan. Anggapan itu tidak salah. Sama halnya dengan catur yang dianggap sebagai permainan ketimbang olahraga.

Bridge minimal dilakukan oleh empat orang yang berpasangan dan duduk berhadapan. Olahraga ini diikat oleh sebuah peraturan yang sangat ketat. Masing-masing tim harus memiliki sistem yang harus disepakati dan diketahui lawannya. Sebenarnya, peraturannya cukup ringkas dan tak jauh berbeda dengan permainan kartu lainnya. Tapi, tingkat intelegensi seseorang benar-benar diuji dalam olahraga ini. Seseorang harus peka terhadap pola pikir pasangannya. la harus mengerti dan mampu membaca strategi yang dibentuk pasangannya.

Semuanya dirangkum dalam waktu yang cukup singkat, hanya delapan menit. Lelang itu berakhir dengan sebuah kontrak kecuali bila kartu di tangan dilewati. Sebuah kontrak adalah pernyataan dari salah satu partner bahwa pihak mereka akan mengambil sejumlah
(atau lebih) trik. Lelang ini menentukan pihak yang menyatakan, the strain of trump dan lokasi pemimpin untuk kartu di tangan. Sesingkat mungkin, pemain harus mampu membaca kartu dan mendistribusikan kartu, sampai memainkan semua distribusi sampai selesai.

Dibandingkan dengan catur, bridge cenderung mengandalkan akal sehat dan manajemen berpikir. Turnamen bridge biasanya diatur untuk memaksimalkan penggunaan skill satu tim dan meminimalkan akibat keberuntungan. Banyak anggapan bahwa bridge merupakan implementasi beberapa disiplin ilmu. Diantaranya matematika, manejemen, sosial dan psikologi.

Matematika memang relatif dominan di olahraga ini. Pasalnya, matematika diperlukan guna menghitung persentase atau peluang dalam distribusi lembar kartu. Sedangkan psikologis diperlukan guna membaca pikiran pasangan. Sedangkan unsur manajemen diperlukan untuk melatih dalam mengatur langkah atau strategi yang akan dilakukan.

Bridge merupakan olahraga sekaligus permainan yang sangat menarik. Seseorang harus mampu berpikir dan memutuskan tindakannya dengan cepat. la juga harus akurat dan tepat dalam mengatur dan mengubah strategi dalam waktu yang relatif singkat. Alhasil, seorang pemain bridge yang handal diharapkan mampu mengelola sebuah permainan, baik secara individu maupun tim.


Perkembangan Bridge di Indonesia

Kendati prestasi Tim Bridge Indonesia di kancah internasional patut diacungi jempol, namun gaung olahraga ini seakan tenggelam. Kepopuleran olahraga ini jauh tertinggal ketimbang bulu tangkis, sepakbola dan cabang olahraga tenar lainnya. Disegani di luar
kandang, tapi diabaikan di negeri sendiri. Mungkin anggapan ini paling tepat untuk menggambarkan perkembangan bridge di tanah air. Hal ini disebabkan karena lemahnya sosialisasi dalam memanfaatkan bridge. Belum lagi subtansi dalam menginterprestasikan
bridge kerap melenceng. Banyak anggapan yang timbul di masyarakat, bahwa olahraga ini identik dengan permainan judi karena pengunaan sarana kartu tersebut.

Bukan hanya itu, dari kalangan pecinta olahraga pun sering timbul anggapan bahwa bridge tak lebih dari sekedar permainan, bukan olahraga. Bahkan, para siswa yang sedianya menjadi target bibit pemain bridge handal kadang menganggap olahraga ini terkesan kuno dan hanya pantas dimainkan bagi kaum orangtua. Anggapan subyektif lainnya datang dari kalangan pendidik yang menyatakan olahraga ini sama sekali tidak mendidik. Semua itu terakumulasi dan merupakan beban besar bagi bridge untuk menanjak dan bersosialisasi di tanah air.

Untuk itu, sosialisasi bridge dilakukan melalui program Bridge Masuk Sekolah (BMS). Bagai gelindingan bola saiju, olah raga bridge mampu menyebar di Indonesia. Dalam waktu singkat. Olah raga ini sangat digandrungi oleh siswa dan para pelajar, bahkan sampai ke tingkat pesantren. Akhirnya, mereka pun mengerti bahwa bridge jauh dari konotasi negatif dan bukanlah judi seperti anggapan sebelumnya.

Mereka paham bridge adalah olahraga yang mampu meningkatkan kecerdasan Intelligence Quotient (IQ) dan Spiritual Quotien (SO). Selain itu, Bridge adalah cabang olahraga yang merupakan integrasi dari ilmu sains, sosial, psikologi dan ilmu terapan yang mampu
meningkatkan kompetensi siswa dalam life skill. Olahraga ini mampu mengasah kemampuan siswa dan bersinergi dengan kurikulum yang berbasis kompetisi. Hasilnya, selama beberapa tahun belakangan, program BMS ini mampu menarik minat pelajar mulai SD (Sekolah dasar) hingga SMU (Sekolah Menengah Umum) termasuk sekolah pesantren dan madrasah. Antusiasme mereka terlihat saat mengikuti berbagai kompetisi bridge.

Bridge Masuk Sekolah di Batam

Kejuaraan Bridge & Mini Bridge Antar Sekolah di Batam

Sebenarnya, olahraga ini telah dikenal di tanah air sejak puluhan tahun silam. Bahkan, sejak tahun 1969 bridge sudah masuk ke dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Akhirnya, Cabang olahraga Bridge
diakui oleh Olympic Committee sebagai salah satu cabang olahraga sejak tahun 1999. Kini, bridge telah mempunyai induk olahraga bertaraf internasional, yaitu World Bridge Federation (WBF) yang telah memiliki anggota 103 negara, termasuk Indonesia.

Dalam perjalanannya, Indonesia mampu menunjukkan taringnya di kancah dunia. Selama 20 tahun terakhir, Tim Bridge Indonesia berhasil menjuarai Pasific Asia Bridge Federation Championship (PABFC) sebanyak 14 kali. Bukan hanya itu, Tim Bridge Indonesia juga pernah meraih posisi runner-up di World Bridge Federation (WBF) 1996 di Yunani, Juara Dunia IFC Grand Pi 2000 di Swiss dan runner-up Kejuaraan Dunia Senior Ball di Portugal 2005. Prestasi ini membuat Indonesia cukup disegani dan diperhitungkan dalam kancah bridge tingkat dunia.

Manfaat Bridge:

1. meningkatkan kemampuan memory, logika, pengambilan keputusan, analisa, perencanaan dan intuisi

2. Mengurangi resiko penyakit Alzeimer (kepikunan). (Washington Post, 19 June 2003)

3. Meningkatkan pertumbuhan sel imun dalam darah. (riset Marian Cleeves Diamond, Univ. California. Nov. 2000)

Sumber Asli: Male Emporium, diedit & direvisi oleh: Suga

Tentang Bridge & Tutorial Bermain Bridge bisa didownload di sini

137 thoughts on “Bridge, Olahraga Manajemen Waktu

  1. saturindu said: beda, mbak. walaupun menggunakan jenis kartu yg sama..:)kl Bridge, ada aturan baku internasionalnya. Kl remi, bs lain2, tiap daerah :)Wah, diajarin main Bridge donk…mereka pasti seneng:)

    wahhh nyerah deh…saya gak ngerti soal Bridge, tahunya biasanya yg jago main Bridge cerdas dan lihai berstrategi.Hebat euy, salut pada Om Suga yg jago Bridge.Semoga sukses dengan lomba Bridgenya ya Ommmmmm!!!!

  2. saturindu said: baru denger ada nama kota yg mirip kuntilanak:))*kl di Malaysia = hantu wanita

    msh ga minat ama kartu2an, walau tau banyak manfaatnya.. mending kasih kartu debit or kredit aja deh,nanti aku manfaatkan sebaik2nya

  3. wayanlessy said: wahhh nyerah deh…saya gak ngerti soal Bridge, tahunya biasanya yg jago main Bridge cerdas dan lihai berstrategi.Hebat euy, salut pada Om Suga yg jago Bridge.Semoga sukses dengan lomba Bridgenya ya Ommmmmm!!!!

    Wah, udah pnah belajar juga?ayo, dilarang keras menyerah:))nggak selalu pinter dan cerdas, kok mbak..:)Bridge juga bs bersifat permainan yg mengutamakan hiburan/hobby:)Terima kasih banyak atas doanya. *makin semangat bertanding

  4. debapirez said: Om Suga, ajarin dong.kayaknya cool jg tuh klo main bridge. Kalau dalam musik, seorang pemain biola lbh bs menarik perhatian wanita daripada pemain gitar haha..saya bosen main Capsa atau 4-1 trus hehe..Btw,prestasi om Suga secara pribadi apa aja,Om?

    huehueheue…bs aja si om ini:)cuman prestasi tingkat propinsi aja. belum nasional :)pas mahasiswa, pnah juga juara III kejurnas mahasiswa:)

  5. museliem said: Dengan permainan kartu biasa.. sama ga mas… *blom baca postingan diatas* huehehehee

    menarik sepertinya bridge… tapi aku ga paham mas, aku bisanya main kartu itu cangkulan dan 41.. hehehebtw dicariin Mia tuh mas, mau dikenalin sama kelinci-kelinci barunya kali.. hihihihi

  6. thebimz said: menarik sepertinya bridge… tapi aku ga paham mas, aku bisanya main kartu itu cangkulan dan 41.. hehehebtw dicariin Mia tuh mas, mau dikenalin sama kelinci-kelinci barunya kali.. hihihihi

    ayo, mas…minta ajarin anak elektro UI. biasanya mereka sering main di kantin:)Wah…mau donk..disatein…kelincinya:)

  7. thebimz said: menarik sepertinya bridge… tapi aku ga paham mas, aku bisanya main kartu itu cangkulan dan 41.. hehehebtw dicariin Mia tuh mas, mau dikenalin sama kelinci-kelinci barunya kali.. hihihihi

    Klo gt,ajak saya magang di pos ronda ya,Om haha..

  8. thebimz said: menarik sepertinya bridge… tapi aku ga paham mas, aku bisanya main kartu itu cangkulan dan 41.. hehehebtw dicariin Mia tuh mas, mau dikenalin sama kelinci-kelinci barunya kali.. hihihihi

    ah bikin pusing, mending buat main cangkulan aja kartunya

  9. saturindu said: apa mending tidur yah?:)Iya, catur memang permainan rakyat, yang memasyarakat. seperti sepakbola:)

    waah mesti sabar ya kalo main bridge?…. awal tertarik sama bridge waktu kuliah ya, Suga?…. kenapa tuu… πŸ™‚

  10. fybrine said: waah mesti sabar ya kalo main bridge?…. awal tertarik sama bridge waktu kuliah ya, Suga?…. kenapa tuu… πŸ™‚

    soalnya dulu nggak diperbolehkan main catur lagi sama ortu, Feb :)krn itulah, pas semester 3, mulai belajar Bridge:)

  11. debapirez said: Klo gt,ajak saya magang di pos ronda ya,Om haha..

    TFS infonya. oh ya punya links tempat2 kursus atau semacam klub untuk olah raga ini nggak (wilayah jakarta)? siapa tahu kecilku tertarik dengan olah raga ini.

  12. d3rai said: TFS infonya. oh ya punya links tempat2 kursus atau semacam klub untuk olah raga ini nggak (wilayah jakarta)? siapa tahu kecilku tertarik dengan olah raga ini.

    terima kasih kembali :)kl di batam, biasanya ada ekskul bridge di beberapa SD hingga SMA. mestinya ada juga di Jakarta:)*tapi nanti saya tanyakan dulu ke teman2 jakarta, tempat latihannya dimana saja*

  13. d3rai said: TFS infonya. oh ya punya links tempat2 kursus atau semacam klub untuk olah raga ini nggak (wilayah jakarta)? siapa tahu kecilku tertarik dengan olah raga ini.

    coba aja cari di tempat pos ronda atau pangkalan becak terdekat utk latihan haha…

  14. d3rai said: TFS infonya. oh ya punya links tempat2 kursus atau semacam klub untuk olah raga ini nggak (wilayah jakarta)? siapa tahu kecilku tertarik dengan olah raga ini.

    sampai jumpa di Kejurnas Bridge Pelajar & Mahasiswa di Jakarta tanggal 16 Mei nanti, mas.. atau mungkin di Kejuaraan Bridge Antar Klub ASEAN di Sanur, Bali :)salam kenal dari Sidoarjo Bridge Community..

  15. sinokwibowo said: sampai jumpa di Kejurnas Bridge Pelajar & Mahasiswa di Jakarta tanggal 16 Mei nanti, mas.. atau mungkin di Kejuaraan Bridge Antar Klub ASEAN di Sanur, Bali :)salam kenal dari Sidoarjo Bridge Community..

    salamkenal kembali mas :)siapa yang ngajar di sana?pak iskandar, atau pak keceng?saya ikut kejurnas antar propinsi april ini. maunya sih ikutan juga kejurnas mahasiswa atau pelajar.apa daya….sudah bukan mahasiswa lagi:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s