Gadis Kecil

Gadis kecil, terpencil. Seperti pulau terkepung laut. Di sudut matanya, percik ombak beriak tak henti-henti. Pipinya putih bersih, seperti hamparan pasir putih alami. Belum pernah ada sebuah jejak di sana. Kecuali sulur bening yang mengalir deras, menyusuri tepian hidung mungilnya, lantas jatuh ke tanah.

Gadis kecil papa. Ayahnya melaut ke negeri entah. Ibundanya menyusul tak lama setelahnya. Pada gelombang yang menjulang mata gadis kecil terpaku. Menunggu ayah ibunya pulang. Membawakannya gelang atau baju-baju, seperti janji mereka terdahulu.

Gadis kecil berayun-ayun. Pada jaring usang yang ujungnya terkait di antara dua kelapa. Kerap ia terlelap oleh buaian angin, yang membisikinya dengan cerita-cerita Cinderella, atau puteri Aurora.

Gadis kecil terisak. Pelepah kelapa sering mengusik tidurnya. Sirnalah lelapnya. Lara mengetuk malam-malamnya. Kerap ia terjaga, was-was oleh kelapa tua yang berjatuhan dari atas, tempat ia rebah ala kadarnya.

Gadis kecil berlari pincang. Kakinya kirinya lebam menyeret tanah. Sesekali jemarinya terantuk batu. Lalu perih mulai ia rasa, berbaur ngilu yang tersemai dalam sendinya. Tapi gadis kecil terus berlari dan berlari. Menjauh sejauh-jauhnya. Dari kelapa yang kerap menumbuknya. Sembunyi ia di liang-liang gua, tergugu beku; tergigir demam, dalam gemuruh amarah-dendam. Pada waktu yang tak kunjung berlalu.

Gadis kecil mengucilkan diri. Di remang-remang gulita. Tak hendak ia beranjak dari sana…

Terinspirasi oleh lagu Sherina : Ku Disini

Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang selalu lupakan
Semuanya t’lah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, ku di sini
Genggam erat jiwaku..Ooo

Reff :
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku

Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku..Oooooo

Reff :
Jangan menyerah ku di sini.. Di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku..Oooo


129 thoughts on “Gadis Kecil

  1. puntowati said: Gadis kecil…..jangan putus asa…..perjuangkan api hidupmu….Mudah2a ada tangan yg mau sedikit membantu agar api kehidupanmu tetap menyala…

    Hayo, gadis kecil…keluarlah,..Silakan ikut mbak Pun ke negeri kincir angin:))

  2. saturindu said: maksud saya tadi, rasa sakit (akibat saya gampar) memaksa Lina membuat puisi:)Nah disitulah letak kerennya saya…haha

    Gadis kecil tak punya saudara ? Ayah bunda ko tega tinggalkannya sebatang kara

  3. d3rai said: Duh.. duh.. kemarilah gadis kecil, biar kupeluk erat dirimuhmmmm… very very nice…πŸ™‚

    mungkin perlu dibacakan cerita, biar si gadis tertarik…:))hayo, derai khan banyak stok ceritanya…:))

  4. saturindu said: Iya, orangnya juga lumayan keren:))selain Ku di sini, saya sering dengerin ‘sendiri’:)

    jyaaaah… orangnya ternyata :pSy suka Sifoni Hitam, Semoga Dia datang (suara hati banget deh :p), juga Cinta Pertama dan Terakhir..πŸ˜€

  5. yant165 said: jyaaaah… orangnya ternyata :pSy suka Sifoni Hitam, Semoga Dia datang (suara hati banget deh :p), juga Cinta Pertama dan Terakhir..πŸ˜€

    iya, beberapa yang lain saya juga suka, terutama yang Yanti terakhir sebutkan:)sepertinya itu lagu Gigi:)

  6. osamanwae said: foto2 sebelah postingan cantik2 yah,,>

    Saya merinding membacanya mas.Pikiran saya seperti melayang ke suatu masa…..kembali seperti menonton sebuah film yang diputar ulang T_TThere are many memories between …….and…..they’re gone T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s