Sajak Ronde

Sajakmu sajak ronde,

Menjejak sore pada setenggak jahe

Lembut kacangnya, berselimut ketan serupa bola

Pada mulut serupa gawang

Satu persatu bola bersarang

Lidah mengoceknya satu dua

Lantas gigi merobeknya hingga terbelah

Hangat kuahnya,

hangatkan suasana kota

Manis rasanya,

mengundang semut-semut Jakarta dan sekitarnya

:berkerubung sepanjang Ci-walk, Braga, PVJ atau cafe-cafe


Dan mereka sudah tak peduli

kuah ronde, wedang Jahe atau coffee latte

Asal masih ada eneng atau teteh

penyeduh malam

biar teh tak berasa tawar

Karna gerimis hujan selepas Isya’

Tak hendak reda

Dan mereka tak hendak beranjak

dari kota; tempat para penjajah akhir pekan

disambut bak pahlawan



132 thoughts on “Sajak Ronde

  1. kedaimoslem said: Wedang ronde bisa jadi puisi ya ditangan ahlinya🙂

    liburan kemarin, cukup berkesan. Krn dua kali diajak cici makan ronde dan sekali makan sekoteng. Untuk itulah, terbetik keinginan mengabadikan momen tersebut dalam bentuk puisi. ^^*sajak sekotengnya masih direbus, belum masak ^^:)

  2. kedaimoslem said: Wedang ronde bisa jadi puisi ya ditangan ahlinya🙂

    keren..keren mas suga…:Dronde oh ronde…kapan diriku bisa mengulummu…dalam bulir hujan yang terjatuh hingga malam ini…hangatnya dirimu bisa menghangatkan hariku…:p

  3. saturindu said: huehuehue…mbak Julie bisa saja.itu bapak, nama lengkapnya kumbakarna?;)

    Ci-walk, Braga, PVJ…sepertinya tempat yang tak akan pernah lupa di kunjungi bila mas suga ke bandung di samping kota cimahi…:)

  4. ulict said: ronde oh ronde…kapan diriku bisa mengulummu…dalam bulir hujan yang terjatuh hingga malam ini…hangatnya dirimu bisa menghangatkan hariku…:p

    ayo, ayo…ayo dilanjutkan sajaknya ^^:)*Thx sudah berkenan baca

  5. jandra22 said: Bukan, Sukarna. Banyak tuh nama begituan di kampungku.Ada lagi Karnadibrata.

    wah, ternyata nama karna bervariasi, yah ^^*jadi keingetan nama temen saya: karno. tanpa embel2 apapun:)

  6. liesemargaretha said: Gak tau yang namanya ronde!:Dtapi, tetep aja, komenku akan sama, keren euy😉

    wah, sayangnya Liese, ronde adalah jenis makanan basah. Jadi tak bisa dipaketin…:)* thx, sudah baca2. puisi ini dibuat saat di Bandung, tapi sudah mengalami revisi beberapa kali:)

  7. khoriyatulj said: Ci-walk, Braga, PVJ…sepertinya tempat yang tak akan pernah lupa di kunjungi bila mas suga ke bandung di samping kota cimahi…:)

    kota cimahi dan PVJ hukumnya wajib…:)))kl ke yang lain2, lihat sikon dulu, bunda. kl macet, saya memilih berada di kamar. tiduran ^^

  8. saturindu said: kota cimahi dan PVJ hukumnya wajib…:)))kl ke yang lain2, lihat sikon dulu, bunda. kl macet, saya memilih berada di kamar. tiduran ^^

    Mas Suga mah top markotop :Dya udah, paketin bentuk gambarnya aja mas, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s