Gara2 mIRC

Jauh sebelum ada YM (yahoo messenger), teknologi chatting hanya mengenal ICQ dan mIRC. Yang terakhir sepertinya lebih popular. Setidaknya, begitulah yang terjadi di kampus saya dulu. Berbeda dengan YM yang sudah ada kamera dan Avatar (HS), di mIRC benar-benar gelap. Kita benar-benar tidak tahu dengan siapa kita berbicara. Tapi, justru disitulah letak keasyikannya. Bayangkan, jika bisa berchat ria dengan: cantiek88, ce_hot87, gadys_sexy, cew_manizt, Aries_girlz, dll. Dan bagi cewek, mungkin juga merasakan hal yang sama, ketika mereka bisa berhat ria dengan : cow_macho, co_funky, cowok_gaul, co_atletis, dll…

Awalnya, saya hanya chatting saat berada di laboratorium yang menyediakan fasilitas internet. Dengan berdirinya bangunan MWEB yang menyediakan jasa internet di kampus, hampir tiap hari saya mulai kecanduan chatting.

Yang mengasyikkan, tentu saja saya bisa berkenalan dengan orang-orang di belahan dunia lain. Selain itu, yang lebih mengasyikkan, saya bisa berpetualang. Saya bisa mengaku menjadi apa saja. Dari seorang manager sampai seorang cleaning service, dari seorang penjaga warnet, sampai menjadi seorang kernet. Yang lebih mengasyikkan lagi, saya bisa menjadi seorang WANITA.

Berperan menjadi wanita, mudah-mudah susah. Mudahnya, ketika ditanya :

a/s/l plz (*artinya age/sex/location please)

Saya bisa langsung jawab, ‘kamu duluan, yach…’ atau ‘masnya dulu, donk!’

Baru setelah dia menyebutkan umur, jenis kelamin dan kota asal, saya menjelaskan umur yang tak jauh beda dengan si penanya, lalu menyebutkan kota yang berbeda juga. Dengan demikian, akan aman bila si penanya ngajak ketemuan. Saya bisa beralesan macam-macam.

Yang tidak mengenakkan, jika ada cowok yang maksa-maksa minta nomer HP. Sudah begitu, ia nekat ngajak ketemuan. Padahal, dianya ada di Jakarta dan saya ngakunya orang Menado…hohoho.

Sebulan setelah berperan menjadi wanita, ternyata berbahaya juga. Saya mulai membayangkan kalau saya memang betul-betul wanita, terus menjadi idola banyak lelaki. Amboy, asyiknya…^^ Bisa bermake up ria, bergincu, bermaskara, menata rambut suka-suka, dll

Gawatnya, bayangan itu makin lama makin menjadi. Sebelum saya berpikiran untuk operasi kelamin, saya hentikan petualangan itu. Toh, di belahan bumi lain, saya khawatir ada yang memendam perasaan pada saya yang cukup girly dan smart itu…heueheu

Kopdar Pertama

Salah satu penjaga MWEB, sebut saja Wiwit, suka banget chatting. Ia biasanya chatting di sebelah, mengaku bernama aneh-aneh. Mulai dari Byan, Adam, Adang, Rio, Rocky, dan entah apalagi. Pada suatu waktu, ketika ada seorang cewek yang tanya nomer telponnya, Wiwit segera meminta nomer HP saya. Ia sendiri saat itu belum mempunyai nomer HP.

Agak menyesal juga memberi nomer pada cewek itu. Karena hampir tiap hari ia miscall. Saban kali diangkat, HPnya pasti dimatikan. Akhirnya, saya meneleponnya.

“Mas Adam, kapan ketemuan? Katanya janji mau ke sini?!” kata suara lembut, agak manja di seberang.

Hampir saja saya menyangka salah orang. Beberapa saat, baru sadar kalau ternyata Adam adalah nama keren dari Wiwit. Setelah menjawab telepon itu ala kadarnya, bergegas saya menemui Wiwit. Untuk menyampaikan berita, bahwa si cewek menanti kedatangannya.

“Udah, kamu aja yang temui.”kata Wiwit dengan santainya.

“Lha, dia khan gebetanmu!”ucap saya agak keberatan.

“Ah, Cuma kenal-kenal sepintas, kok. Lagian juga Cuma dua kali chatting. Udah sana, ke Pandaan. Temui dia!”

Minggu pagi, masih dengan terkantuk-kantuk saya meluncur dari Bungurasih menuju Pandaan. Tepat pukul 08.15, saya sudah berada di terminal. Itu berarti 15 menit lebih cepat dari waktu yang kami (saya dan gadis itu) sepakati untuk bertemu. Setelah sarapan pecel, saya segera menelepon gadis itu, bermaksud menanyakan koordinatnya.

“Maaf, mas. Saya masih di rumah. Baru bangun nih,”ucap suara serak, di seberang.

Busyettt! Setengah jam berikutnya, saya meneleponnya.

“Maaf, mas. Baru mau mandi. Antri, sih. Si Adek gak mau ngalah!”

Gubyakksss… Karena Bete menunggu di terminal, saya akhirnya jalan-jalan di sekeliling kota. Sempat juga naik delman. Sejam kemudian saya meneleponnya lagi.

“Iya, nih mas. Baru di angkot. Tunggu lima belas menit lagi, yah!”

Tiga puluh lima menit berikutnya, saya menunggu. Dengan detak jantung yang tak menentu. Rasa kantuk sudah tak bisa ditahan. Hampir saja saya ngepos di sudut warung, ketika sebuah suara menegur.

“Mas Adam?”

Saya langsung mengucek-ucek mata. Pandangan saya agak kabur. Gadis di depan saya memang manis, tapi tak semanis yang saya bayangkan. Yang lebih menghebohkan lagi, dia baru kelas I SMA. Ia datang bersama adiknya yang kelas II SMP.

Ya ampun, saya ditipu Adam, eh Wiwit tenyata! Wiwit bilang gadis yang saya temui itu sudah mahasiswa. Syukurlah, rasa kecewa itu hanya sebentar. Sejurus kemudian, saya sudah bisa mengatasi diri. Dua orang itu mengajak saya jalan-jalan ke ke
bun raya Purwodadi.

Sebuah tawaran yang cukup menarik. Tetapi, demi mengingat saya sudah sedemikian ngantuk, dengan meminta maaf pada mereka berdua, saya pamit pulang ke Surabaya. Di bus, saya bisa tertidur dengan puas.

Kopdar pertama, walau tak sesuai harapan, namun cukup berkesan. Itulah pertama kalinya, saya berjumpa dengan seseorang dari dunia maya, dan benar-benar menjumpainya di alam nyata. Dari kopdar itu, saya belajar untuk menerima kenyataan. Bahwa tak selalu apa yang saya bayangkan akan sama dengan kenyataan aslinya.

Kopdar yang gagal

Kali ini, melalui chat via MiRC, saya mendapatkan gebetan sendiri : anak kelas III SMA. Sebenarnya, saya lebih menginginkan orang yang sudah kuliah. Karena biasanya, mereka akan lebih matang dari anak SMA. Walau begitu, saya beralasan pada diri saya sendiri, setahun lagi gadis itu juga akan masuk ke perguruan tinggi.

Dan justru disitulah kedekatan kami tercipta. Gadis itu sering meminta saran dan nasehat saya. Setelah hanya chatting sekali dan ia memberikan nomer rumahnya, kami berkomunikasi intensif via telepon. Perlahan-lahan saya menjadi tahu masalah yang menimpanya dan menimpa keluarganya. Ayahnya seorang pelaut, yang jarang di rumah. Ibunya, adalah ibu tiri yang kurang berperikemanusiaan. Gadis itu harus mencuri-curi waktu saat menelepon saya.

Pada hari yang ditentukan, kami sepakat bertemu di Delta Plaza. Ia mengenakan rok putih dengan baju berwarna biru. Sebaliknya, saya bilang kepadanya, saya memakai jaket biru Elektro dan jeans biru juga. Setelah sejam menunggu di sana dan tak ada kabar, saya menelpon rumahnya. Tak ada yang menjawab!

Tak berapa lama, gadis itu menelepon. Dari sebuah wartel. “Mas yang duduk di pojok Café itu, yah?! Jaketnya biru?!”

Saya mengiyakan. Setelah itu, telpon ditutup. Semenit, saya menunggu deg-degan. Berharap segera bertemu dengan gadis itu. Lima menit, lima belas menit, saya mulai gelisah. ‘Jangan-jangan dia tak jadi datang?’ Tanya saya dalam hati. ‘Apa karena saya tak menarik di mata dia, yah?’

Dua jam setelah menghabiskan uang enam puluh ribu di tempat itu, saya pulang dengan lunglai. Saya masih tak habis pikir, mengapa gadis itu tak jadi datang. Apakah karena tubuh saya yang kecil, wajah yang agak kusam, atau penampilan yang kurang menarik? Padahal dari kontrakan, saya sudah merapikan diri, dan memandangi cermin lebih dari 20 kali!

Beberapa hari kemudian, ketika saya menepon ke rumahnya, hampir tak pernah ada jawaban. Hingga beberapa minggu berikutnya, sebuah suara terdengar di seberang. Agak besar suaranya, tak seperti suara gadis itu.

“Maaf, masnya salah sambung. Tak ada nama Shirley di sini!”

Kasus di atas, sekali lagi menyadarkan saya bahwa kadang-kadang ekspektasi saya tak sesuai dengan realita. Dan sekali lagi, saya mesti menelan pil kekecewaan. Padahal saat itu, niat saya begitu tulus. Saya hanya ingin membantu gadis itu. Agar ia berhasil dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Dan saya berkeinginan untuk berbicara dengan ibunya, agar mengijinkan saya memberikan les pada puterinya.

Perlu waktu sekitar empat bulan, untuk berdamai dengan kenyataan. Sebelum saya mood chatting kembali. Agak malas sebenarnya, ketika seorang gadis kelas III SMA yang mengaku bernama Lita meminta saran yang sama, bagaimana tips agar ia bisa diterima di PTN.

Saya baru agak semangat ketika mengetahui Lita tak diterima di PTN. Ia sepertinya sangat terpukul karenanya. Saat itu, selain ortunya, sayalah yang menghiburnya hampir tiap hari. Saban sabtu, saya biasa meneleponnya mulai jam 18.30. Kadang-kadang pembicaraan baru berakhir pada pukul 01.30. Itulah rekor telepon terlama saya sepanjang sejarah.

Baru Sembilan bulan setelahnya, saya memberanikan kopdar di rumah Lita. Agak terkejut juga melihat sambutan Lita yang antusias. Mamanya yang juga ikut mendampingi, terlihat sangat ramah. Dari pagi hingga sore saya merasa nyaman di rumah itu. Baru selepas maghrib, saya berpamitan pulang.

Berkat sambutan Lita dan keluarganya, kepercayaan diri saya pulih kembali. Saya menjadi giat untuk chatting, dan berkenalan dengan beberapa orang yang akhirnya menjadi teman baik. Salah satunya, Lina. Sejak mengenalnya dari kelas III SMA, sekarang ia sudah menjadi calon dokter di sebuah universitas di Surabaya.

Lita sendiri, sekarang sedang menempuh pendidikan S2 Psikolognya. Dulu, ia tak henti-hentinya memompa semangat saya, agar terus berkarya dengan membuat novel. Hampir di tiap email dan di tiap telepon, dia selalu menanyakan perkembangan novel yang telah saya buat.

Karenanya, tidak berlebihan rasanya kalau Novel perdana saya : Jack & Jocker (yang masih 85 % on Progress) saya persembahkan untuk Lita, sebagai rasa terima kasih yang tiada ternilai. (Dulunya, novel yang direncanakan terbit adalah ‘Dunia Pingdol’ yang sudah 95% selesai. Untuk novel kedua ini, special thanknya, saya haturkan untuk Lina Tembem, ponakan saya di MP).

Dan teman-teman, adakah pengalaman menarik di dunia Maya?

100 thoughts on “Gara2 mIRC

  1. sulisyk said: Wakakaka jd inget jaman jahiliyah dl, slg intip id tmn kntr, slg ngerjain, smp2 ada tmn yg dikasih no hp pak direktur ga sadar. Tlp k dir pk tlp kantor, pas diangkat pak dir kaget bukan main hahaha.Gara2 mirc jg saya s4 pacaran ma tetangga om suga wakakaka upppss…

    hueheueheuBisa2nya, yah…nggak tahu nomer si bos. :)))tetangga yang mana, hayoo..!!

  2. nanabiroe said: wakakak..Ternyata mas suga punya pengalaman buruk juga y dgn kopdar daratnya.. Kirain aye mulus2 aje..Makanye kalau mau kenalan, cari jodoh, yg jelas2 aja fisik dan raganya.. Jgn dr dunia maya..

    Iya, mbak Nana. lumayan membekas dulu. Bahkan sempat rada trauma tuk kopdar. Tapi justru dari sana saya belajar, untuk tak terlampau menyimpan harapan, sebelum benar2 berjumpa di dunia nyata ^^*Siap, bu guru…ntar dikerjakan pe-er nya:)))

  3. arvilicious said: dulu biasanya pake id veeanh86, biasanya chatz ama cowo/yg ngakunya cowo, padahal di samping ada pacar yg manyun ngeliatin,, wkwkwk,,

    Wah, si Arvi ini rada badung juga ternyata :)))tapi emang udah biasa sih. Chatting sepertinya memang ‘kebutuhan’. untuk sekedar ber ‘hahahihi’, bersillaturrahmi, atau berkenalan dengan orang baru.*teman saya juga begitu. Ia malah chatting sambil pacaran…:)

  4. ayuristina said: pulang kul dulu saya chat di warnet pake mirc, kenalan ma cowok, setelah kenalan panjang ternyata sama2 di bandung. Bandungnya mana? Ternyata sama2 di jatinangor. Dijatinangornya mana? Ternyata sama2 deket gerbang unpad. Diwarnet mana? Ternyata kita ada di WARNET YANG SAMA. Akhirnya pas ditanya konputer brapa, saya takut trus pamit off dan bayar ke kasir. Celakanya lagi warnet itu lagi sepi, cuma saya dan komputer satunya lagi deket kasir ada dua orang cowok di dpn komp dkt kasir yang pada ngeliatin saya…. Trus saya buru2 pergi,,, sambil sesekali memastikan kalo mereka ga ngejar saya…. Hihiihih

    Wah, mbak Ayu jujur banget yahh…heuehueheu.Kalau saya sih, pasti disamarkan alamatnya, walaupun itu hanya sekedar tempat chat:)*syukurlah, cowok2 itu tak nekat menguntit. Nggak bisa membayangkan kalau mereka benar2 melakukannya:)

  5. debapirez said: haha…seru tuh.malah bs bikin URL/lokasi sendiri. semakinmaya, semakin seru dan penasaran hahaha…

    wah, si om ternyata sangat piawai di sana ^^ampe bisa bikin lokasi sendiri.:))*iya, semakin maya, semakin mengundang rasa penasaran ^^

  6. fahranza said: Pengalaman menarik ?Ketemu doi…hehe and mulus2 aja ampe sekarang ..TFS…pengalaman buat Ery untuk ga sembarangan chatting :))

    Wah, ternyata dunia maya bs mempertemukan dua hati ^^kisah yang manis, bukan sama om deddy khan, Fahra:-P

  7. fahranza said: Pengalaman menarik ?Ketemu doi…hehe and mulus2 aja ampe sekarang ..TFS…pengalaman buat Ery untuk ga sembarangan chatting :))

    jadiiii kapan ke bandungnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa? T.T met siang mas, ^^

  8. saturindu said: Wah, mbak Ayu jujur banget yahh…heuehueheu.Kalau saya sih, pasti disamarkan alamatnya, walaupun itu hanya sekedar tempat chat:)*syukurlah, cowok2 itu tak nekat menguntit. Nggak bisa membayangkan kalau mereka benar2 melakukannya:)

    pernah juga sih ga jujur, tapi emang seringnya jujur heheheheheeh…… kalo jujur juga kalo di ajak kopdaran atau diminta no. telp biasanya saya langsung kabur hehehehe…

  9. saturindu said: Wah, mbak Ayu jujur banget yahh…heuehueheu.Kalau saya sih, pasti disamarkan alamatnya, walaupun itu hanya sekedar tempat chat:)*syukurlah, cowok2 itu tak nekat menguntit. Nggak bisa membayangkan kalau mereka benar2 melakukannya:)

    mirc ya ,dulu memang suka buka itu tapi biasanya masuk forum yg islam atau muslim gitu deh, kadang masuk forum yang sekota misalnya medan, nah kebetulan waktu itu pas musim pemilu jadi kampanye aja di situ ga lebih……, pengalaman alhamdulillah ada yang jadi pelanggan , ada yang nawarin tokonya buat dipake tapi belum minat krn daerahnya agak terpencil, ada yg minta dicariian calon isteri ^__^…..tapi kopdar belum pernah krn kondisi yg tidak mendukung kecuali dengan uni intan aja……..

  10. ayuristina said: pernah juga sih ga jujur, tapi emang seringnya jujur heheheheheeh…… kalo jujur juga kalo di ajak kopdaran atau diminta no. telp biasanya saya langsung kabur hehehehe…

    ternyata jujur itu harus diletakkan pada tempat dan waktu yang tepat, yah ^^:)*Iya, kl mIRC benar2 buta. kita tak benar2 tahu dengan siapa kita berhadapan. beruntung kl ketemu yang baik. Lha, kl sebaliknya?:)

  11. kedaimoslem said: mirc ya ,dulu memang suka buka itu tapi biasanya masuk forum yg islam atau muslim gitu deh, kadang masuk forum yang sekota misalnya medan, nah kebetulan waktu itu pas musim pemilu jadi kampanye aja di situ ga lebih……, pengalaman alhamdulillah ada yang jadi pelanggan , ada yang nawarin tokonya buat dipake tapi belum minat krn daerahnya agak terpencil, ada yg minta dicariian calon isteri ^__^…..tapi kopdar belum pernah krn kondisi yg tidak mendukung kecuali dengan uni intan aja……..

    Wah, Ummu pengalamannya banyak juga. Bisa berkenalan dengan banyak orang (walau sebatas maya) dan bisa mengenalkan produk pada calon pelanggan. Padahal dulu khan belum ada gambar yang bisa dijadikan referensi buat mereka (calon pelanggan). lain halnya dengan MP, yang sudah amat canggih. Semua produk bisa difoto, bahkan bisa dibuat videonya.Ternyata smua tergantung tujuan kita, yah ^^

  12. kedaimoslem said: mirc ya ,dulu memang suka buka itu tapi biasanya masuk forum yg islam atau muslim gitu deh, kadang masuk forum yang sekota misalnya medan, nah kebetulan waktu itu pas musim pemilu jadi kampanye aja di situ ga lebih……, pengalaman alhamdulillah ada yang jadi pelanggan , ada yang nawarin tokonya buat dipake tapi belum minat krn daerahnya agak terpencil, ada yg minta dicariian calon isteri ^__^…..tapi kopdar belum pernah krn kondisi yg tidak mendukung kecuali dengan uni intan aja……..

    eh maksudnya kalo yang pengalaman itu sih pengalaman maya dari ym dan mp bukan dari mirc …..^_^

  13. kedaimoslem said: mirc ya ,dulu memang suka buka itu tapi biasanya masuk forum yg islam atau muslim gitu deh, kadang masuk forum yang sekota misalnya medan, nah kebetulan waktu itu pas musim pemilu jadi kampanye aja di situ ga lebih……, pengalaman alhamdulillah ada yang jadi pelanggan , ada yang nawarin tokonya buat dipake tapi belum minat krn daerahnya agak terpencil, ada yg minta dicariian calon isteri ^__^…..tapi kopdar belum pernah krn kondisi yg tidak mendukung kecuali dengan uni intan aja……..

    ya ampuuunn jadoel banget deh..itu juga pengalaman-ku tuh jaman2 masih abegeh….jangan2 kita suka chatting2an juga Mas? hihihihiihi

  14. fendikristin said: ya ampuuunn jadoel banget deh..itu juga pengalaman-ku tuh jaman2 masih abegeh….jangan2 kita suka chatting2an juga Mas? hihihihiihi

    Wah, berarti saya dan mbak Kris seangkatan, atau beda2 dikit…huehue:)*semoga saja tidak pernah chat bareng…heuehueLagian, saya juga tak terlalu ingat, dengan siapa saja saya pernah chat. Soalnya ID saya juga buanyakkk…:))

  15. vira80 said: Yuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkopdar via web cam hueheuheu

    mirc.. keknya pernah denger.. tapi ga tau ‘itu’ apa ya ?? :)kopdar pertamaku.. ya sama temen mp .. alhamdulillah bisa ketemu.. ^^sebetulnya aga bingung kenalan sama temen maya.. ada sedikit rasa khawatir.. selebihnya ketemu langsung baik karena di kenalin.. atau kenal karena event or meeting..🙂

  16. ekspresilepas said: kopdar pertamaku.. ya sama temen mp .. alhamdulillah bisa ketemu.. ^^sebetulnya aga bingung kenalan sama temen maya.. ada sedikit rasa khawatir..selebihnya ketemu langsung baik karena di kenalin.. atau kenal karena event or meeting..🙂

    kopdar pertama, biasanya amat berkesan ^^rasa khawatir, deg-degan biasanya ada :)apalagi bila kopdar sama gebetan….heueheu:-P

  17. saturindu said: kopdar pertama, biasanya amat berkesan ^^rasa khawatir, deg-degan biasanya ada :)apalagi bila kopdar sama gebetan….heueheu:-P

    huehehhe.. mas agus banget ya.. :)))kopdar pertama keknya mas agus tau deh.. yang itu tuh.. hehe..but ssttt.. rhs ya.. jangan di buka.. hehekopdar sama gebetan.. belom pernah ngalamin mas.. kalo awalnya kenal dari dunia maya..btw.. gebetanku sapa ya.. huahahha.. :)))

  18. ekspresilepas said: kopdar sama gebetan.. belom pernah ngalamin mas.. kalo awalnya kenal dari dunia maya..btw.. gebetanku sapa ya.. huahahha.. :)))

    wah, masa’ belum pernah?khan udah pernah ketemu sama Shafa dan keluaerga ^^:)

  19. saturindu said: wah, masa’ belum pernah?khan udah pernah ketemu sama Shafa dan keluaerga ^^:)

    ga pernah kenal mirc.. langsung tahunya ym gitu.. dan temen2 lucu, ntar deh mo cerita juga soal temen dunia maya..ku selalu jujur loh kalu ditanya asl.. dan sering ga pada percaya.. aneh pun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s