Gara2 Hoby Ngelamun

* tulisan berikut ini terinspirasi oleh tulisan om Dani, [Trance] Owl City, Buitenzorg and Post-Apocalypse

Gara2 Hoby Ngelamun

Hampir dimanapun tempatnya, jika jengah terhadap suasana sekeliling, saya biasanya mengasingkan diri. Jika raga saya tak memungkinkan untuk melakukannya, sayapun mewakilkannya pada sang jiwa, yang lantas kerap berkelana ke negeri entah. Peristiwa inilah yang biasa disebut sebagai melamun.

Dulu, hobi ngelamun biasanya saya lakukan menjelang tidur. Utamanya saat terbengong-bengong sendirian. Di Asmara Mahasiswa, jika tak ada yang ngajak ngerumpi atau diskusi, saya langsung ancang-ancang ambil posisi tidur (=position).

Pada suatu malam, saat asyik-asyiknya ngelamun, tiba-tiba seperti terlihat bayangan hitam dii luar jendela kaca. Hanya sepersekian detik, bayangan itu melesat cepat. Sesaat berikutnya, tubuh saya agak mengejang. Sesuatu seperti berusaha masuk ke dalam tubuh. Saya berusaha meronta sekuat tenaga, tapi sepertinya sia-sia. Dalam panic yang melanda, saya langsung berteriak kencang.

Sungguh ajaib! Tak sebuah suara keluar dari mulut. Tenggorokan seperti tercekat. Lidah seperti kelu. Beberapa saat kemudian, saya baru sadar kalau sedang mengalami small trance (kerasukan ringan). Saat itu saya masih sadar sekeliling: bisa melihat lampu neon di atas kamar, bisa melihat jendela kaca, bisa melihat tembok di samping meja belajar, dll. Inilah yang membedakan kerasukan ringan dan kerasukan berat. Pada kerasukan ringan, korban masih sadar diri dan lingkungan. Sebaliknya, pada kerasukan berat, korban mengalami kondisi tak sadar diri dan ia akan bertingkah di luar kendali.

Mendapati serangan tersebut, saya lantas mengucapkan Al-Fatihah. Tiga kali, masih tak mempan juga. Saya baca doa ta’awud, sahadad plus surat Al-ikhlas. Masih tak mempan juga. Lantas terbersit untuk mengucapkan hamdalah. Setelah lebih dari 33x melantunkannya, tempat tidur saya malah seperti berguncang kencang. Tubuh saya seperti dilempar ke atas, lalu mendarat di spring bed yang empuk, lalu di lempar ke atas lagi. Jarak mata saya dan lampu kamar, terasa dekat sekali. Entah berapa lama saya menikmati kondisi ini. Hingga ketika sudah mulai bosan…

“Udah, cukup main-mainnya. Silakan pergi dari sini,”ucap saya, dalam hati. Pada bayangan hitam itu, tentunya. Mulut saya masih belum bisa mengeluarkan suara. Begitu juga dengan tubuh, yang seperti terpasung dalam beku.

Demi tak mendapati niat baik darinya, saya langsung melontarkan ancaman. “Dalam hitungan kesepuluh, kalau kamu belum juga pergi, dengan terpaksa aku akan mengusirmu.”

Setelah itu, saya mulai merapal Ayat Kursi. Sepengetahuan saya, bacaan ini sangat manjur untuk mengusir makhluk-makhluk dunia lain.

ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU.

LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM.

LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI.

MAN DAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDNIHI.

YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM.

WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA

Setelah membaca penggalan ayat kursi di atas, saya mencoba menggerakkan kaki dan badan. Masih belum bisa, ternyata!

Saya pernah mendengar, bahwa keampuhan ayat kursi ada pada penggal terakhir :

WA LAA YA-UDUHU HIFDUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL ADZIIM.

Dikisahkan, pada suatu ketika Syeh Abdul Qodir Jailany membaca ayat kursi. Dari awal bacaan hingga sebelum penggalan terakhir, terdengar suara Jin yang yang selalu mengikuti bacaannya. Hingga ketika Syech menyeru WA LAA YA-UDUHU HIFDUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL ADZIIM, suara tersebut tak terdengar lagi.

Begitu mengingat kisah itu, langsung saya lafadzkan penggalan terakhir ayat kursi dengan mantap. WA LAA YA-UDUHU HIFDUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL ADZIIM. Seketika, saya seperti melihat bayangan hitam itu pecah berkeping-keping dan menghilang sesaat berikutnya. Bersamaan dengan itu, tubuh saya bisa digerakkan kembali. Mulut saya juga mulai lincah kembali dalam berkata-kata. ^^

-o0o-

Sejak kasus itu, saya enggan melamun. Saya lebih suka menyibukkan diri dengan menghabiskan aktivitas bersama teman-teman hingga larut malam. Begitu capek, saya baru beranjak ke tempat position.

Tetapi hal tersebut hanya berlangsung tiga bulan. Saat saya telah jenuh mendengar obrolan-obrolan yang kadang tak berguna, saya lebih memilih menyendiri. Dan, dengan demikian, saya kembali pada hobby #2 : melamun!

Hal tersebut membuat bayangan hitam kembali menggoda saya. Beberapa kali. Walau begitu, saya sudah tak takut atau khawatir lagi. Cukup dengan membaca larik terakhir ayat Kursi, bayangan itu pasti akan bergegas pergi…

Selain di Asrama, inilah beberapa trance ringan yang pernah saya alami :

Sekretariat Bersama (Sekber) UKM

Awalnya tempat ini hanya dijadikan sebagai tempat test kesehatan bagi mahasiswa baru. Setelah beberapa ruangnya disekat, mahasiswa boleh menempatinya untuk base camp. Saya dan Jay adalah orang pertama yang berani tidur di sekretariat tersebut. Herannya, bayangan hitam yang berada di atap ruangan besar itu memilih menggoda saya. Dengan cara yang nyaris sama, dia mencoba masuk ke dalam tubuh saya. Dan dengan cara yang sama pula, saya mengusir bayangan itu.

Beberapa kali, saat saya menekuni hobby #2 di sekber, bayangan hitam itu tak jera-jeranya menggoda.

ARH 48A

Setelah meninggalkan Asrama, saya kontrak di sebuah rumah beralamat ARH48A. Baru malam pertama ngepos, sebuah bayangan hitam berkelebat cepat. Saya yang masih setengah sigap, segera mengirimkan pukulan tanpa bayangan ke arahnya. Tetapi, ternyata kekuatannya ternyata jauh lebih hebat dari yang saya duga. Saya seperti terpental, dengan kepala terbentur ke tembok. Kejadian ini, hanya terjadi di alam imajinasi, tentunya.
Tetapi rasa sakit di kepala, benar-benar saya rasakan. Setelah mengusir bayangan hitam itu, tubuh saya terasa lemas. Tak berapa lama, saya langsung melarikan diri dari rumah itu. Saya berhenti di warung, makan nasi bebek satu setengah piring dan minum tiga gelas es teh!

Setelah merasa kuat, saya kembali ke rumah itu. Berniat mencari bayangan hitam itu dan menantangnya duel kembali. Setelah tengah malam tak kunjung mendapati apa yang saya cari, saya langsung ngepos. Ternyata, bayangan hitam itu hanya gertak sambal. Terbukti, ia tak pernah mengganggu saya lagi.

Rumah Mupet di Pasuruan, Kampus Elektro Lt IV, dll

139 thoughts on “Gara2 Hoby Ngelamun

  1. qaulandiarra said: Kalo di kampung saya kalo makan tak beraturan trus ada beberapa nasi yg menempel di tubuh lalu tidur, nanti bakalan direp repi, wallohualam

    Wah, saya baru tahu kl hal tersebut tenyata bs mengakibatkan trance.:)mungkin nasinya marah, yah….nggak dihabisin..heueheu

  2. kedaimoslem said: yawdah….. jangan sering ngelamun mas suga emang mikirin siapa sih………kan dah ada popi ^^ ,mendingan nulis puisi ,nulis cerita atau zikir aja mas……

    itu khan kejadiannya dah lama, Ummu…pas saya kuliah. sekarang sih, enggak lagi….bener, dah ada popi yang menemani….heuehue*kl buntu nulis….yahhh….terpaksa, melamun lagi….xixixi

  3. fybrine said: daripada melamun, mendingan Suga ngempi, sekarang ya… :))

    Iya, deh Feb ^^tapi kl boring, dan tak mood ngapa2in….pasti akan ngelamun lagi*sejak di rimba udah amat sangat jarang, kok…kerasukan

  4. khoriyatulj said: dulu waktu athifa kecil sering bilang kalau dia lihat mahluk lain kalau sedang kerumah uwaknya p roy, dan ternyata disana emang ada.. tapi sepertinga sekarang ga lagi. Athifa sering bilang tuh ada 3 harimau melihat ade, tapi dia ga galak..aku jadi takut dan langsung athifa kupeluk dengan erat dan matanya ku suruh pejamkan..:)

    biasanya, anak kedua memang rada2 ‘nyeleneh’, dalam arti positif tentunya ^^.jadi inget Gladys (putri kedua cici bella). kadang2 bilang ke saya, tentang hal2 yang tak terlihat :)*wah, sayang sekali…padahal, Athifa mungkin mau menggambar harimau itu…heueheu

  5. saturindu said: begitu halnya dengan rindu,….heuehueehue

    Gubraks, gedebuks.. semoga saya gak kerasukan rindu yang sepertiga, seperempat, setengah atau kurang. Karena saya menginginkan kerinduan sepenuhnya. Maksute opo…??? *nulis sendiri gak mudeng* :))

  6. saturindu said: wah, ngelamunin siapa, hayoo..ngaku..!:)))

    walah..ternyata efek trance yang kelamaan kayak gitu yah? :D– cepet-cepet wudhu dan sujud, baca Ayat Qursi –*kalo ngepos masih bisa bikin trance ringan gak, jeung Suga?

  7. saturindu said: wah, ngelamunin siapa, hayoo..ngaku..!:)))

    Bwt gara2 baca posting ini semalam keknya ngalamin,Atau bisa juga mimpi Aku melihat bayang item trus mau aq photo pk hape buat bukti, tp leher kayak di cekik ahirnya ngeluarin jurus Ayat Kursi tp lupa2 inget di serang ngantuk berat hekhek

  8. saturindu said: wah, ngelamunin siapa, hayoo..ngaku..!:)))

    walah ternyata pernah kesurupan gara2 melamun, sampe tiga kali?.. padahal ku sering juga melamun tuh ga, tapi melamun yang indah2 jadi ga pernah tuh sampe “didatengin”.. babeku juga bilang kalu ada “apa2” baca ayat kursi juga al falaq selain al fatihah..jadi bisa bikin kisah nih..

  9. tintin1868 said: walah ternyata pernah kesurupan gara2 melamun, sampe tiga kali?.. padahal ku sering juga melamun tuh ga, tapi melamun yang indah2 jadi ga pernah tuh sampe “didatengin”.. babeku juga bilang kalu ada “apa2” baca ayat kursi juga al falaq selain al fatihah..jadi bisa bikin kisah nih..

    Wah, ayo donk…mbak tin2…ayo, bikin kisahnya ^^Wah, jadi mesti indah2 yah, melamunnya? okelah, nanti malam dicoba

  10. darnia said: walah..ternyata efek trance yang kelamaan kayak gitu yah? :D– cepet-cepet wudhu dan sujud, baca Ayat Qursi –*kalo ngepos masih bisa bikin trance ringan gak, jeung Suga?

    *ikut menyimak oom dani ngaji :)**bisa sih, kalau tiba2 penampakan itu datang. dan kondisi alam bawah sadar kita memungkinkan:)

  11. amarylli said: Ga mau ^^

    berkhayal, membayangkan/mengimajinasikan sesuatu yang tak ada, atau belum ada.melamun, bisa berkhayal atau bisa juga tidak.orang kadang2 melamun, saat memikirkan masalah yang menimpanya. pada saat itu terjadi proses berpikir (menggali, menganalisa, memikirkan pilihan2 yang ada).

  12. amarylli said: Kalau melamun sama bengong apa bedanya ?*lagi pengen bawel*

    Kebanyakan, kalau melamun, didahului dengan proses berpikir di dalamnya. walau begitu, kadang-kadang ada saat jeda dimana si pelamun sedang tidak memikirkan apa-apa. Proses inilah yang disebut dengan bengong ^^*

  13. amarylli said: Oh begitu…jadi enak mana, bengong, ngelamun atau ngayal ?*pertanyaan terakhir*:-D

    enaknya, ngayal ketemu gadis oriental, trus pas ngelamun, tiba-tiba datang rujak timun, saat terbengong-bengong, datang pula lontongnya. Yummmy **

  14. amarylli said: Oh begitu…jadi enak mana, bengong, ngelamun atau ngayal ?*pertanyaan terakhir*:-D

    Lupa…udah kasih komen lom disini ya :))Hati2 mas Suga, ntar diajak pergi ga balik lagi … hehe

  15. amarylli said: Oh begitu…jadi enak mana, bengong, ngelamun atau ngayal ?*pertanyaan terakhir*:-D

    mungkin itu gara2 itu x ya…ortu2 pada marah2 kalu anaknya ngelamun…hiiiiiiiiiiiiiiiii……….tapi emang rata2 yg pda ksurupan juga yg ngelamun ix ya….untung om suga pinter ngusirnya…**upz…**

  16. amarylli said: Oh begitu…jadi enak mana, bengong, ngelamun atau ngayal ?*pertanyaan terakhir*:-D

    makanyaaaaa, ngelamunnya yang asik2 ajah yah mas ^^ , dari pada melamun mari kita berimajinasi heueheueheuehu…..(biar gak kesambet ;p) btw, posssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s